suarasurabaya.net

Listrik Padam Massal, Tak Ada Satupun Pejabat Kementerian BUMN di Jakarta
Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 07 Agustus 2019 | 14:11 WIB

Dito Ganinduto wakil ketua Komisi VI DPR RI. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Dito Ganinduto wakil ketua Komisi VI DPR RI mengaku kecewa dan prihatin atas kejadian listrik padam atau Blackout selama delapan jam di wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat pada Minggu (4/8/2019).

"Kejadian blackout listrik 8 jam ini kami sangat kecewa, prihatin dan kaget. Kok bisa terjadi blackout di ibukota, Banten, Bekasi dan Jawa Barat," ujar Dito di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Dito yang sedang reses di Dapilnya langsung ke Jakarta dan menghubungi Rini Soemarno Menteri BUMN dan para pejabatnya untuk mendapatkan informasi. Tetapi ternyata tidak ada satupun pejabat BUMN yang ada di Jakarta.

"Saya langsung saya minta sekretariat komisi VI untuk menghubungi kementerian BUMN , kerena kami ingin mendapat informasi langsung dari kementerian BUMN sebagai mitra kami, tetapi sayangnya Ibu Rini sedang menjalankan ibadah haji, Saya tanya sesmen dan beliau juga ikut, saya tanya Deputi yang membidangi PLN bapak Edwin sedang berada di Amerika, saya tanya pak Hari yang bidangnya hampir sama dengan PLN ini juga sedang ibadah haji," jelasnya.

Dito merasa heran dengan Kementerian BUMN yang tidak bisa merubah paradigmanya. Ketika Menterinya pergi, semua ikut. Padahal seharusnya bisa diatur, tidak semuanya pergi.

"Yang saya heran, kenapa sih kok paradigmanya nggak berubah sekarang, bosnya pergi, deputinya ikut -ikut aja, kan bisa diatur semestinya, buktinya sekarang kosong , saya bilang sama sekretariat, cari siapa yang bisa mewakili, kasih informasi ke saya, sampai barusan saya ada di sini, saya telepon Bu Dewi, udah ada belum informasi dari BUMN beliau menjawab belum ada, nggak dijawab, ini kan kejadian yang begitu serius," kata dia.

Kejadian ini, kata Dito, tidak boleh terjadi lagi. Untuk suatu tempat ibukota, industrinya di Bekasi ada, dan Banten juga banyak, seharusnya ada cadangan lebih dari satu, minimum dua sampai tiga.

Akibat Blackout ini, menurut Dito, banyak masyarakat yang dirugikan, tidak hanya masyarakat pengguna listrik, tapi industri kecil menengah, transportasi kemudian perbankan, mall, pembayaran semua terhenti.

"Karena Listrik ini adalah sesuatu yang sangat vital, oleh karena vital jadi harus dipersiapkan dengan matang," kata dia.(faz/dwi)

B E R I T A    T E R K A I T
  • Bareskrim Usut Kemungkinan Terjadi Kejahatan Siber Saat Mati Listrik
  • PLN Keluarkan Biaya Kompensasi Rp 839 Miliar Untuk Pelanggan
  • PLN Bakal Potong Gaji Karyawan untuk Bayar Kompensasi Listrik Padam
  • top