suarasurabaya.net

5 Tahun UU Desa, 10 Persen BUMDes di Jatim Dikategorikan Maju
Laporan Agung Hari Baskoro | Jumat, 06 September 2019 | 15:32 WIB

Mohammad Yasin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur. Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Sejak disahkannya UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, telah ada 5431 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tersebar di 7724 desa di Jawa Timur.

Mohammad Yasin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur mengklaim, sebanyak 10 persen BUMDes sudah bisa dikatakan maju.

Yasin menjelaskan, indikator BUMDes maju bisa dilihat dari tiga hal. Pertama, secara kelembagaan telah berjalan. Kedua unit usaha yang dijalankan telah mendapatkan untung. Dan terakhir mampu berkontribusi pada pendapatan asli desa.

"Saya contohkan BUMDes Pujon Kidul (Malang, red), itu PAD nya saja 1,3 miliar. Kalah dana desa yang hanya 900 juta. Di Bonpring (Malang, red) pendapatannya sudah 2 miliar. Di Kedungturi Sidoarjo sudah mengelola aset 3 miliar," kata Yasin.

Ia mengatakan, selain mampu menyumbang kontribusi pada Pendapatan Asli Desa, BUMDes juga memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat desa. Salah satunya dengan menjadi menyalur hasil kerajinan atau olahan makanan dari UMKM di desa.

"Contoh misal di Pacitan, disitu dekat hutan, Tegal Ombo. Disana ada orang-orang yang ambil madu, petik madu. Tapi selama ini dijual sendiri-sendiri. Maka kemudian BUMDes punya inisiatif. Sudah madunya saya beli saja, kemudaian sama BUMDes di-packaging. Dikemas menjadi madu khas desa Tegal Ombo, dan kemudian dipasarkan. Jadi membantu pemasaran," jelasnya.

Selain menyalurkan hasil UMKM desa, BUMDes juga memiliki peran dalam membantu pengurusan P.Irt dan perijinan lainnya. Selain itu, BUMDes juga bisa menjadi penghubung antara pelaku UMKM dengan Bank ketika membutuhkan dana.

"Skema peminjaman, saya contohkan Sekapuk (Gresik, red). Usaha kecil di desa itu gak banyak. Misal jual mlijo, warung kopi, bakso, pinjamnya paling Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta. Lah kalau itu langsung ke Bank, akan susah. BUMDes hadir untuk channelling dan sebagai collecting agent-nya Bank. Bank beri pinjaman, dengan jasa 4-7 persen, tergantung skema produknya. tapi yang penting maksimal 7 persen," katanya.

Menanggapi BUMDes maju yang masih dikisaran angka 435 atau 10 persen dari total BUMDes se Jawa Timur, Yasin mengaku tengah menggandeng swasta untuk memberikan pelatihan pada BUMDes-BUMDes yang ada. BUMDes bisa mengambil kelas secara online maupun offline. (bas/tin)
top