suarasurabaya.net

Cukai Naik Tinggi, Gapero Prediksi Peredaran Rokok Ilegal Akan Meningkat
Laporan Agung Hari Baskoro | Kamis, 19 September 2019 | 16:46 WIB

Johny Ketua Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Malang (kanan) di Surabaya pada Kamis (19/9/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Surabaya dan Gapero Malang memprediksi kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen yang ditetapkan akan berdampak pada meningkatnya peredaran rokok ilegal di Indonesia.

Johny Ketua Gapero Malang mengatakan, ketika perokok menghadapi harga rokok mahal, mereka akan beralih pada opsi rokok yang lebih murah.

"Apakah perokok akan berhenti ketika harga rokok naik? Ya tidak. Mereka punya opsi bisa tingwe, linting dewe (membuat rokok sendiri dengan membeli tembakau dan kertas rokok, red) atau beli rokok ilegal. Kami yakin akan naik lagi (peredaran rokok ilegal, red)," klaim Johny ketika menggelar konferensi pers di Surabaya pada Kamis (19/9/2019).

Hal senada disampaikan Sulami Bahar Ketua Gapero Surabaya. Ia menilai dinaikannya cukai rokok hingga 23 persen tidak berhubungan dengan turunnya jumlah perokok di Indonesia.

"Justru malah bahayanya dia nanti karena gak kuat beli yang mahal yang legal, dia larinya akan ke rokok ilegal. Karena berhenti gak, dijamin," katanya.

Ia mengatakan, sebenarnya sejak 2017, pemerintah telah berhasil mengurangi peredaran rokok ilegal cukup baik. Sejak 2017, berturut-turut angka peredaran rokok ilegal turun dari 12,4 persen, menjadi 7,0 persen hingga akhirnya hanya 3,03 persen saja. Angka ini diprediksinya akan naik lagi sejalan dengan kebijakan yang dibuat pemerintah.

"Padahal keberadaan rokok ilegal ini sangat-sangat merugikan kami sebagai industri yang legal. Kenapa? Karena rokok yang industri legal seperti kami, sebelum rokok kami jual, sudah dikenakan beban 73 persen dan harus dibayar ke pemerintah. Sebelum kami jual. Sedangkan yang rokok ilegal tidak kena beban seperti itu. Sehingga dia bisa menjual dengan harga murah, rasa yang enak. Itu yang mematikan industri kami," jelasnya.

Ia berharap, pemerintah bisa mempertimbangkan kembali keputusan ini dan mendengar masukan dari asosiasi. Ia juga berharap, industri hasil tembakau mendapat kepastian berusaha, utamanya dalam kepastian besaran cukai rokok. (bas/iss)

B E R I T A    T E R K A I T
  • Gabungan Perusahaan Rokok Surabaya dan Malang Tolak Kenaikan Cukai
  • top