suarasurabaya.net

Gula Langka di Jatim, Gubernur Minta Satgas Pangan dan KPPU Cek Penimbunan
Laporan Denza Perdana | Sabtu, 18 Januari 2020 | 18:34 WIB

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat memantau operasi di salah satu pasar di Sidoarjo, Sabtu (18/1/2020). Foto: Humas Pemprov Jatim
suarasurabaya.net| Pemprov Jawa Timur merespons kenaikan harga gula pasir diiringi kelangkaan stok di sejumlah titik. Padahal, stok persediaan gula di Jatim seharusnya aman, bahkan surplus untuk beberapa bulan ke depan.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengaku heran, karena laporan yang dia dapat, persediaan gula pasir di Jawa Timur masih aman. Meski demikian dia sudah meminta adanya operasi pasar.

"Stok di beberapa titik seminggu ini langka. Makanya berdampak ke naiknya harga," katanya. "Sejak Selasa (14/1/2020) lalu, saya sudah minta Bulog, PTPN X, dan PG Rajawali melakukan operasi pasar."

Berkaitan operasi pasar ini yang sudah berjalan, Khofifah memantau langsung pelaksanaannya di Pasar Ngaban, Sidoarjo, dan Pasar Ngimbang, di Kabupaten Lamongan, Sabtu (18/1/2020).

Berdasarkan laporan dari OPD Pemprov Jatim, stok gula di Jawa Timur seharusnya tidak hanya aman, tetapi juga surplus untuk kebutuhan gula masyarakat sampai musim giling Mei mendatang.

Catatan Pemprov Jatim, hasil produksi delapan pabrik gula di Jatim selama 2019 mencapai 1.046.855 ton gula pasir. Persediaan gula pasir pada Januari 2020 ini masih sebanyak 185.785 ton.

Sementara, konsumsi gula pasir di Jatim sampai musim giling Mei mendatang diperkirakan hanya 175.500 ton. Seharusnya, masih ada surplus persediaan gula pasir sebanyak 10 ribu ton.

"Saya minta pengecekan stok. Baik di gudang Bulog, PTPN X, juga gudang pabrik gula. Apa ada kontrak jual beli dengan 16 provinsi yang disuplai Jatim? Atau ada yang sengaja menimbun?" Katanya.

Khofifah pun menugaskan Satgas Pangan Jatim dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terjun ke lapangan untuk mengecek ketersediaan gula di gudang dan pabrik-pabrik gula.

Kalau memang masih ada stok gula di gudang dan pabrik, dia meminta agar stok itu dimaksimalkan ke pasaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga harga gula kembali normal.

Selain mengecek gudang, Khofifah juga menugaskan Disperindag Jatim berkoordinasi dengan pabrik gula berkaitan sisa tebu yang mungkin belum digiling. Dia juga minta itu dimaksimalkan.

Kepada pabrik gula yang ada, juga distributor gula di Jawa Timur, Khofifah menegaskan agar mereka segera mendistribusi kepada masyarakat, kalau memang masih ada stok gula di gudang.

"Saya sudah meminta Pak Emil (Wakil Gubernur Jawa Timur) berkoordinasi dengan Pak Wakapolda Jatim mengantisipasi kalau ada oknum yang melakukan penimbunan," ujarnya.

Pemprov Jatim, tegasnya, tidak segan-segan melakukan langkah penegakan peraturan, supaya tidak ada oknum di Jatim yang memanfaatkan kesempatan untuk melakukan penimbunan gula pasir.(den/tin)
top