suarasurabaya.net

Hampir 450 Juta Uang Koin Ditukarkan di BI Jatim
Laporan Agung Hari Baskoro | Minggu, 19 Januari 2020 | 18:37 WIB

Penukaran uang logam di dalam festival "Peduli Koin Rupiah" di halaman Kantor Bank Indonesia Jatim, Surabaya pada Minggu (19/1/2020). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Sebanyak hampir Rp450 juta uang koin ditukarkan pada kegiatan "Peduli Koin Rupiah" yang diselenggarakan BI Jatim di Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Minggu (19/1/2020).

Amanlison Sembiring Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim sekaligus Ketua Pelaksana Peduli Koin Rupiah mengatakan, secara rinci selama hampir tujuh jam penukaran koin, ada Rp436.861.800 ditukaran. Terbanyak, penukaran koin oleh SD Dr. Soetomo 5 Surabaya sebanyak Rp16.800.000.

"Uang yang layak edar akan didistribusikan kembali ke masyarakat melalui perbankan," ujar Amanlison pada Minggu (19/1/2020).

Difi A. Johansyah Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim mengatakan, kegiatan ini penting karena saat ini peredaran uang koin rupiah cenderung idle atau diam mengendap di masyarakat.

"Selama tahun 2019, KPw BI Jatim mengedarkan Rp39,077 Milyar uang logam kepada masyarakat, namun hanya 0,41 persen atau Rp164 juta yang kembali ke BI. Hal ini menunjukkan bahwa ada sekitar Rp38 Milyar uang logam yang tidak berputar di masyarakat. Padahal, jika uang ini berputar, akan mampu mendorong perekonomian Jawa Timur," jelas Difi.

Difi menambahkan, kebutuhan terhadap uang koin sebetulnya cukup tinggi. Ini mengingat dunia usaha, khususnya retail membutuhkan uang logam dalam melayani transaksi dengan masyarakat.

Emil Dardak Wakil Gubernur Jatim menyampaikan hal serupa. Menurutnya, uang koin rupiah harus dimanfaatkan untuk bertransaksi. Sebab, bagi Emil, jika koin tercecer tidak diperhatikan, hal ini akan berpengaruh terhadap perekonomian.

"Uang logam sekecil apapun nilainya, harus tetap dimanfaatkan dalam transaksi. Kalau koin tercecer tidak diperhatikan, maka dapat membuat perekonomian mandek (berhenti)," kata Emil.(bas/tin)
top