suarasurabaya.net

Disdag Surabaya Operasi Pasar, Catat Jadwalnya!
Laporan Zumrotul Abidin | Jumat, 24 Januari 2020 | 18:45 WIB

Persiapan operasi pasar. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Menjelang Peringatan Hari Raya Imlek, beberapa harga kebutuhan bahan pokok di pasaran terpantau merangkak naik. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar operasi pasar (OP) di sejumlah wilayah untuk menstabilkan harga bahan pokok serta menjaga daya beli masyarakat.

Wiwiek Widayati Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya mengatakan, untuk menstabikan harga kebutuhan pokok, pihaknya menggelar operasi pasar yang dimulai pertengahan Januari 2020. Di samping itu, Satgas Pangan juga rutin melakukan sidak sejumlah pasar untuk memastikan harga jual sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah.

"Kalau harga itu tidak sesuai dengan aturan pemerintah, kita kasih peringatan mereka harus menetapkan maksimum dengan harga yang ditetapkan pemerintah, ini dengan pihak Polrestabes. Jadi ada satgas pangan," kata Wiwiek, Jumat (24/1/2020).



Saat ini, kata Wiwiek, harga cabai rawit di pasaran terpantau sekitar Rp70 ribu/kilogram. Sedangkan harga cabai rawit hijau, berada di posisi sekitar Rp35 ribu/kilogram. Sementara itu, harga gula dan bawang putih, sebelumnya sempat mengalami kenaikan, tapi saat ini sudah kembali normal.

"Kalau Disdag operasi pasar harganya di bawah itu, hari ini kita juga gelar operasi pasar. Lombok (cabai rawit) itu satu kilonya Rp 58 ribu, jadi kita masih jauh di bawahnya," jelasnya.

Ia memastikan bahwa harga yang disediakan dalam operasi pasar tersebut terbilang murah. Pasalnya, pihaknya langsung bekerjasama dengan petani dan distributor untuk menyediakan bahan kebutuhan pokok tersebut. Operasi pasar ini tak hanya menyediakan cabai, tapi berbagai kebutuhan pokok lain, seperti bawang putih dan gula. "Kalau bawang putih kita jual satu kilo Rp22 ribu, kalau gula Rp12.200," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini harga bawang putih di pasaran berada di posisi Rp30 ribu. Sedangkan gula, harga eceran tertingginya Rp12.500 dan di toko-toko yang lain mencapai Rp13 ribu.

"Jadi masih jauh lagi lebih murah kita, pemerintah kan memang harus menstabilkan harga ya. Makanya kami akan bergerak (operasi pasar) sampai keadaan normal," katanya. (bid/iss/ipg)
top