suarasurabaya.net

Polda Jatim Akan Merekrut Pelaku Kejahatan Siber
Laporan Ika Suryani Syarief | Sabtu, 07 Desember 2019 | 08:00 WIB

suarasurabaya.net| Kepolisian Daerah Jawa Timur berencana akan merekrut pelaku kejahatan siber menjadi penjaga keamanan siber. Para pelaku yang kebanyakan masih berusia muda ini dinilai memiliki keahlian khusus yang diperlukan untuk menangkis kejahatan siber di era digital.

Kasus terbaru terkait UU ITE berhasil diungkap Polda Jatim adalah pembobolan kartu kredit milik warga negara asing yang dilakukan oleh 18 pemuda. Mereka diamankan di sebuah toko di Jalan Balongsari Tama, Kecamatan Tandes, Surabaya, pada Senin (2/12/2019). Komplotan tersangka yang rata-rata berusia 20 tahun dan merupakan lulusan SMK ini membobol kartu kredit warga negara Amerika Serikat, Eropa, dan Rusia dengan aliran dana mencapai Rp2,6 miliar.

Irjen Pol Luki Hermawan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur mengatakan bahwa para pelaku sadar perbuatannya melanggar hukum, tapi tetap melakukan, semata-mata untuk bertahan hidup.

"Gajinya gak banyak. Hanya 1,5 juta rupiah di luar keperluan makan dan lain-lain. Sedikit sekali. Padahal 'yang punya' bisa meraup 600 juta rupiah sebulan. Biaya operasionalnya sedikit sekali sehingga hidupnya mewah," ujarnya dalam program Wawasan di Radio Suara Surabaya bersama penyiar Iman Dwi Hartanto pada Sabtu (7/12/2019).

Melihat kenyataan itu, Kapolda Jatim menyayangkan potensi para pelaku yang masih berusia muda dan memiliki masa depan yang cukup panjang tersebut. Terlebih, tidak banyak orang yang memiliki kemampuan IT seperti mereka. Kebanyakan putra Indonesia yang punya kemampuan IT, kata Luki, direkrut perusahaan luar negeri dan memilih tidak mau pulang karena gaji besar dan sebagainya.

"Ini orang-orang pinter kenapa kok bisa melakukan seperti ini. Kita arahkan yang benar, kita kasih ruang, dilibatkan sebagai barrier dari pihak-pihak yang berusaha membobol," kata Luki.

Dia lantas mencontohkan, sejumlah aplikasi rintisan anak bangsa yang sudah mendulang sukses seperti ruangguru dan Gojek.

"Kalau mereka diarahkan, saya yakin pasti mereka akan mengikuti. Mereka bisa kita jadikan tim, kita tawarkan dengan jaringan-jaringan kita. Saya akan komunikasikan dengan Ibu Gubernur mungkin ada wadah atau tempat mengumpulkan orang-orang itu melalui Pemda, termasuk dikomunikasikan dengan pengusaha-pengusaha," katanya.(iss/ipg)

B E R I T A    T E R K A I T
  • Polisi Tetapkan Tersangka 18 Pemuda Komplotan Pembobol Kartu Kredit
  • Polisi Amankan 18 Hacker Pembobol Kartu Kredit
  • Polisi Temukan Aliran Dana Rp2,6 Miliar Kasus Pembobolan Kartu Kredit
  • SS TODAY LAINNYA

    top