suarasurabaya.net

STEAM Pembelajaran Anak Usia Dini, Sebuah Perubahan
Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 16 Januari 2020 | 21:51 WIB

suarasurabaya.net| Program studi PG PAUD Universitas Narotama Surabaya, Kamis (16/1/2020) gelar workshop Proses Pembelajaran STEAM pada Anak Usia Dini, sebagai sebuah proses pembelajaran baru. STEAM merupakan kepanjangan dari Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics.

Muatan pembelajaran STEAM adalah pengembangan dari STEM yang berasal dari Amerika dan menyebar serta berkembang dengan penambahan elemen. Workshop, Kamis (16/1/2020) dibuka Heri Penilik PAUD Kota Surabaya.

Heri menekankan atas perubahan yang selalu ada, satu diantaranya dalam proses pembelajaran.

"Guru harus tanggap dengan perubahan dan tidak kaget ketika ada muatan pembelajaran baru yang lebih baik. Sebaliknya, guru harus bisa menjadi bagian dari perubahan," terang Heri.

Anak usia dini, lanjut Heri adalah masa emas untuk melatih, membiasakan, serta saat yang benar dan tepat membentuk karakter.

"Sehingga jika guru PAUD mengajarkan pengetahuan, maka hanya akan mengarahkan anak pada kehancuran. Bentuk dulu karakter mereka baru ajarkan pengetahuan dan bangun kreatifitasnya. Yang terpenting adalah jangan rampas masa bermain mereka," tegas Heri.

Sementara itu, Dr. Widya Ayu Puspita, M.Kes., pemateri utama workshop dari BP PAUD dan Diknas Jatim, mengajak 150 peserta workshop dari kalangan mahasiswa Universitas Narotama dan guru PAUD untuk mendalami muatan pembelajaran STEAM.

"STEAM menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran dan gueu sebagai fasilitator dan motivator. Dalam STEAM, anak didorong untuk berpikir kritis dan berpartisipasi. Sehingga akan tumbuh rasa ingin tahu dari kemauan bertanya," tambah Widya Ayu Puspita.

Menurut Widya, STEAM adalah muatan pembelajaran yang sangat baik. Namun, banyak orangtua yang khawatir karena STEAM terdengar begitu berat untuk diajarkan pada anak usia dini.

"Tentunya muatan pembelajaran STEAM pada anak usia dini harus disesuaikan dengan usia mereka. Misalnya dari segi science, guru bisa membuat kegiatan sederhana dengan pengamatan binatang di sekitar mereka. Atau mengajak anak memindahkan air dari satu wadah ke wadah lain yang berbeda. Dari situ saja anak sudah akan belajar banyak lewat pengamatan dan prediksi serta penghitungan sederhana," pungkas Widya Ayu Puspita.(tok)

SS TODAY LAINNYA

top