suarasurabaya.net

Banjir Memicu Melambungnya Harga Cabai di Sejumlah Daerah Jatim
Laporan Denza Perdana | Sabtu, 18 Januari 2020 | 15:29 WIB

suarasurabaya.net| Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Jakarta dan Banten, turut mempengaruhi stok dan memicu kenaikan harga cabai.

Data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim pada Sabtu (18/1/2020), rata-rata harga cabai di Tulungagung Rp228.335 per kilogram.

Kenaikan harga cabai di Tulungagung mencapai 302,94 persen dari harga sebelumnya.

Sementara, berdasarkan Siskaperbapo, harga cabai di Surabaya rata-rata terdata Rp67.400 per kilogram. Kenaikan harga cabai juga terjadi di Kota Batu, yang mencapai Rp71.250 per kilogram.

Tri Bagus Sasmito Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim mengatakan, harga cabai di sentra produksi pun tergolong tinggi mencapai Rp54.000 per kilogram.

Menurutnya, ada beberapa penyebab melambungnya harga cabai di sejumlah daerah di Jawa Timur. Beberapa di antaranya curah hujan yang tinggi, hama, dan penundaan masa tanam. Di sisi lain, permintaan cabai dari luar daerah juga meningkat.

Bagus juga mengatakan, banjir yang terjadi di Jakarta dan Banten turut menyedot stok cabai dalam jumlah cukup besar. Fenomena itu turut mempengaruhi harga cabai di pasaran di Indonesia.

"Recovery (pemulihan) banjir kemarin menyedot beberapa komoditi, termasuk cabai. Cukup besar. Kebutuhannya pun lumayan tinggi. Jadi banjir di sana memang berpengaruh, di samping curah hujan dan hama," katanya.

Namun, dia menegaskan, stok cabai rawit di Jawa Timur masih mencukupi. Meski sudah mulai menipis, Disperindag bersama dinas pertanian sedang memetakan daerah yang akan panen dalam waktu dekat.

Pada Februari sampai April mendatang, Disperindag mendapati sejumlah sentra produksi cabai rawit seperti Kediri dan Blitar sudah memasuki masa panen raya. Dia berharap tidak ada gangguan berarti.

Panen raya cabai rawit dia perkirakan dapat menekan harga cabai sehingga bisa kembali terkendali. "Kediri, Februari awal nanti mungkin sudah panen raya. Sekitar 900 hektar," ujarnya.(den/tin/ang)

SS TODAY LAINNYA

top