suarasurabaya.net

Gangguan Tidur yang Tidak Boleh Diabaikan
Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 20 Februari 2020 | 18:36 WIB

suarasurabaya.net| Gangguan tidur adalah kondisi yang mempengaruhi kemampuan untuk tidur nyenyak secara teratur. Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan masalah ini.

Gangguan tidur berkaitan dengan sakit kepala sederhana dan stres harian. Rata-rata pasien yang mengalami gangguan neurologis umum, 60-70 persennya berkaitan dengan masalah gangguan tidur.

"Tekanan darah tubuh mengatur dirinya sendiri melalui tidur yang cukup. Ini juga penting dalam meningkatkan kesehatan jantung, perbaikan otot, konsolidasi kognitif dan membatasi timbulnya gangguan tidur," jelas Dr Rima Chaudhari, Konsultan Neurologis, Rumah Sakit Fortis, Mulund, dilansir Indiana Express, Kamis (20/2/2020).

"Karena gaya hidup kita saat ini, kita mungkin menghadapi masalah tidur di malam hari dan kita cenderung mengabaikan tanda-tanda sampai masalahnya meningkat," lanjutnya, dilansir Antara.

Insomnia adalah salah masalah gangguan tidur yang paling umum. Namun menurut Dr. Chaudhari ada beberapa bentuk gangguan tidur yang harus Anda ketahui, berikut ini adalah uraiannya:

1. Sleep apnea
Ini adalah gangguan tidur yang serius, di mana pernapasan sering berhenti dan mulai lagi. Ini menyebabkan tingkat oksigen dalam darah turun.

Hal ini dapat menghambat pasokan oksigen ke otak dan seluruh tubuh. Gejala umum sleep apnea adalah mendengkur, mengeluarkan bunyi saat bernapas dan bangun dengan mulut kering.

2. Menggerakkan kaki saat tidur
Restless Legs Syndrome adalah gangguan neurologis di mana seseorang menggerakkan kaki mereka secara konstan saat tidur. Orang dengan kondisi ini mengalami ketidaknyamanan atau kedutan (sakit atau terbakar) di kaki setelah tidur.

Karena kebiasaan ini mengganggu tidur, hal tersebut kemudian dianggap sebagai gangguan tidur.

3. Kelumpuhan tidur
Ini adalah keadaan di mana seseorang tidak dapat bergerak atau berbicara saat bangun dan tertidur.

Kelumpuhan tidur adalah gangguan di mana seseorang tidak dapat bergerak atau berbicara ketika bangun dan tertidur. Seseorang mungkin juga cenderung berhalusinasi dalam kasus ini.

Pasien mengalami tekanan tertentu dan ketakutan instan, karena mereka memiliki perasaan sadar tetapi tidak dapat bergerak.

4. Gangguan ritme sirkadia
Gangguan ini terjadi ketika jam tidur biologis tidak sinkron dengan lingkungan seperti adanya perbedaan waktu setelah bepergian. Misalnya, biasanya tidur pukul 10 malam, karena adanya perbedaan waktu menjadi dini hari atau kebiasaan pekerjaan shift malam.

5. Insomnia
Insomnia adalah jenis gangguan tidur yang sangat umum di mana orang mengalami kesulitan tidur. Mereka cenderung tidur di siang hari, selalu lelah dan selalu marah. (ant/ang/iss)

SS TODAY LAINNYA

top