suarasurabaya.net

Pimpinan Partai Gerindra Mempertanyakan Alasan Anggotanya Mengusulkan RUU Ketahanan Keluarga
Laporan Farid Kusuma | Jumat, 21 Februari 2020 | 13:59 WIB

suarasurabaya.net| Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga yang diusulkan sejumlah Anggota DPR RI periode 2019-2024 mendapat kritik dari berbagai kalangan masyarakat.

Karena, ada pasal-pasal dalam draf RUU tersebut yang dianggap diskriminatif, dan terlalu mengatur urusan privasi warga negara.

Salah seorang pengusul RUU Ketahanan Keluarga adalah Sodik Mudjahid Anggota Fraksi Partai Gerindra.

Sufmi Dasco Ahmad Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menegaskan, usulan itu bukan inisiatif Fraksi Gerindra secara institusi, tapi usulan pribadi anggota.

Karena usulan pribadi, Fraksi Gerindra, kata Dasco, tidak bisa mengambil sikap menolak atau memberikan dukungan.

Tapi, menurut Dasco, sebagian besar dari total 78 orang anggota Fraksi Gerindra DPR RI, tidak mendukung RUU Ketahanan Keluarga.

Maka dari itu, Fraksi Gerindra, dalam waktu dekat akan meminta klarifikasi terkait alasan dan motivasi Sodik Mudjahid mengusulkan RUU tersebut.

"Ada rencana dari Fraksi Gerindra meminta klarifikasi Pak Sodik Mudjahid, salah seorang anggota Fraksi Gerindra yang mengusulkan RUU Ketahanan Keluarga. Sebagian besar anggota Fraksi Gerindra tidak mendukung," ujarnya di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Sebelumnya, Ali Taher Parasong Anggota Fraksi PAN menyebut, RUU Ketahanan Keluarga bertujuan melindungi kehidupan berkeluarga seluruh warga negara.

Menurutnya, banyak persoalan rumah tangga yang belum tersentuh oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Sekadar diketahui, RUU usulan inisiatif DPR itu diajukan oleh lima orang legislator dari empat fraksi.

Masing-masing Ledia Hanifa Amalia dan Netty Prasetiyani anggota Fraksi PKS, Endang Maria Astuti Anggota Fraksi Partai Golkar, Sodik Mujahid Anggota Fraksi Partai Gerindra, dan Ali Taher Parasong Anggota Fraksi PAN.

RUU Ketahanan Keluarga masuk dalam daftar 50 RUU Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2020.

Sekarang, RUU tersebut masih tahap penjelasan pengusul dalam forum rapat Badan Legislasi DPR RI.(rid/tin/rst)

SS TODAY LAINNYA

top