suarasurabaya.net

  •  
  • Kembali  SS Today
  • Pahlawan Masa Kini

Beragam Makna Hari Pahlawan
Laporan Ika Suryani Syarief | Minggu, 11 November 2018 | 08:31 WIB

suarasurabaya.net| Sirine berbunyi selama sekitar 60 detik di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada Sabtu (10/11/2018) sekitar pukul 08.15 WIB.

Bunyi sirine pada 10 November 2018 tersebut menjadi penanda dan pengingat perang yang digelorakan arek-arek Surabaya pada tanggal yang sama 73 tahun lalu.

Merdeka atau mati, demikian pilihan kata yang digunakan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan mengusir penjajah pada 10 November 1945. Pada masa 73 tahun lalu, ribuan orang kehilangan nyawanya dalam pertempuran di Surabaya.

Kini perang fisik telah berhenti. Tidak ada lagi, bom yang jatuh di negara ini. Tidak ada lagi teriakan hidup atau mati.

Namun gelora perjuangan di Surabaya, tak pernah padam, diperingati setiap tahun oleh bangsa ini.

Di zaman Indonesia modern ini, Hari Pahlawan dimaknai beragam oleh warga bangsa.

Joko Widodo Presiden yang memperingati Hari Pahlawan di Bandung, misalnya, memaknai Hari Pahlawan sebagai semangat untuk memajukan bangsa, setelah perjuangan fisik selesai. "Semangat untuk memajukan bangsa ini, semangat untuk membuat negara ini maju, semangat berinovasi, semangat berkreasi, semangat berkarya, semangat bekerja, semangat optimis," kata Jokowi, seperti dilansir dari Antara.

Presiden menjadi inspektur upacara di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikutra. Kemudian melanjutkan hari itu dengan mengikuti acara Bandung Lautan Sepeda di Gedung Sate.

Presiden yang menaiki sepeda onthel warna hitam, mengenakan pakaian safari pejuang kemerdekaan berwarna cokelat lengkap dengan peci dan sarung pistol. Tanda kepangkatan serta badge merah putih tak ketinggalan menghiasi pakaian.

Sementara Jusuf Kalla Wakil Presiden mengatakan makna peringatan Hari Pahlawan di masa kini adalah untuk memajukan bangsa melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan persatuan masyarakat Indonesia.

"Kepahlawanan masa lalu ialah membebaskan bangsa ini dari penjajahan, kepahlawanan pada dewasa ini ialah memajukan bangsa ini, meningkatkan kecerdasan, pendidikan, kemakmuran dan keadilannya," kata Wapres JK, saat menghadiri acara Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI), di Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta.

Upaya untuk mencapai kemajuan bangsa tersebut, dimulai dari semangat para pemuda, khususnya mahasiswa, seperti yang dilakukan pejuang pada tahun 1945, kata Wapres.

Di Taman Makam Pahlawan, Wakil Presiden melaksanakan tabur bunga kepada para pahlawan yang telah gugur, antara lain, makam para pahlawan revolusi, Jenderal TNI Ahmad Yani, Letjend TNI R Suprapto, Letjend TNI S Parman, Letjend TNI MT Haryono, Jenderal Besar TNI AH Nasution, Mayjend TNI Sutoyo Siswiharjo, Wakil Presiden RI ke- 3 Adam Malik, Wakil Presiden RI ke-5 Letjend TNI H Shoerdarmono, Ainun Habibie dan Wakil Presiden ke-4 Umar Wirahadikusumah.

Semangat Memenangkan Persaingan

Soekarwo Gubernur Jawa Timur memaknai semangat kepahlawanan dengan bertarung dalam pasar internasional di bidang perekonomian sehingga tidak hanya menjadi pasar, tapi ikut andil dan berkompetisi.

"Jangan sampai kita menjadi pasar bagi produk-produk luar negeri," ujarnya usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Tugu Pahlawan, Surabaya.

Menurut dia, jika potensi lokal ingin maju maka tantangannya adalah mengembangkan produksi dan bertarung dalam pasar internasional.

Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi mengemukakan bahwa pada saat ini semangat kepahlawanan harus dirumuskan dengan pandangan yang baru karena zaman telah dan terus berubah. Anak-anak muda tidak perlu berjuang dengan mengangkat senjata. Cukup melakukan hal-hal hebat dan kreatif untuk bangsa ini dengan memanfaatkan teknologi. Bila dulu berperang menggunakan senjata, generasi milenial cukup menggunakan teknologi informasi dan internet, katanya.

Menurut Anas, Hari Pahlawan harus dimaknai sebagai spirit bagi generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan cara-cara kekinian sesuai dengan era revolusi industri 4.0.

Bupati Anas mengatakan di era baru seperti sekarang ini, senjata yang harus digunakan oleh anak muda adalah kreativitas dan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa.(ant/iss)


SS TODAY LAINNYA

top