suarasurabaya.net

  •  
  • Kembali  SS Today
  • Mimpi Transportasi Massal di Surabaya

Kepala Bappeko Surabaya Sampaikan Trem Tidak Masuk APBD 2019
Laporan Agustina Suminar | Jumat, 14 September 2018 | 07:07 WIB

suarasurabaya.net| Pemerintah Kota Surabaya menyatakan proyek angkutan massal cepat berupa trem yang sudah diwacanakan sejak tiga tahun lalu tidak lagi dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya 2019.

Eri Cahyadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, di Surabaya, Jumat (14/9/2018), mengatakan kepastian tidak digunakannya dana APBD untuk pembangunan trem diketahui dari draft pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Surabaya 2018 dan pembahasan RAPBD Surabaya 2019.

"Sudah dilakukan kajian kalau pembangunan trem bisa dilakukan lewat beberapa pilihan, seperti menggunakan BUMD. Jika BUMD maka ada pilihan kerja sama yaitu bisa BOT (Build Operate Transfer) atau swasta," ujarnya dilansir Antara.

Menurut dia, kalau memang nantinya terbentuk BUMD maka penyenggaranya bukan lagi Pemkot Surabaya melainkan secara otomomatis dikelola oleh pihak swasta penuh.

"Sistem kerjasamanya yang akan dibahas dengan pihak swasta nanti, apakah menggunakan sistem BOT atau swasta penuh" lanjut Eri.

Armuji Ketua DPRD Surabaya sebelumya menyatakan pihaknya menolak pengajuan anggaran trem lewat APBD Kota Surabaya karena tidak adanya bantuan dari pemerintah pusat melalui APBN.

Armuji malah mempertanyakan mengapa Pemkot Surabaya tidak meminta bantuan kepada pemerintah pusat seperti yang dilakukan Palembang pada saat membangun proyek Light Rail Transit (LRT).

"Program bantuan itu ada jauh sebelum pelaksanaan Asian Games," ujar politisi PDIP itu.

Menurut Armuji dari pada membangun trem menggunakan dana APBD sebaiknya Pemkot Surabaya dulu menerima tawaran bantuan penyediaan bus dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub).

"Kemenhub sebenarnya pernah menawarkan bus sebagai alat transportasi massal di Surabaya, tapi ditolak. Sehingga bantuan itu diambil oleh Sidoarjo yang bertetangga dengan Surabaya," katanya.

Alasan Pemkot Surabaya menolak bus bantuan Kemenhub karena tidak low deck atau berlantai rendah.

"Padahal pihak Kemenhub sudah ketemu dengan saya dan sanggup membuat semacam tangga agar penumpang mudah naik bus itu," katanya.(ant/tin/dwi)

SS TODAY LAINNYA

top