suarasurabaya.net

  •  
  • Kembali  SS Today
  • Banjir Melanda Jawa Timur

Banjir Jatim Juga karena Banyak Lahan Gundul di Hulu Sungai
Laporan Denza Perdana | Jumat, 08 Maret 2019 | 22:39 WIB

suarasurabaya.net| Banjir di Jawa Timur seperti di kawasan Madiun tidak hanya karena disebabkan hujan intensitas tinggi, atau karena kurangnya sudetan sungai besar dan adanya sejumlah tanggul jebol.

Suban Wahyudiono Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur mengakui, ada sejumlah lahan di dataran tinggi di hulu sungai besar, seperti Bengawan Solo, kekurangan resapan air.

"Saya, September kemarin, diperintahkan Pak Gubernur antisipasi penanganan banjir 2018-2019. Keliling saya, ke Bojonegoro. Masyarakat ternyata tidak takut Banjir Bojonegoro. Lalu apa? Lebih takut Bojonegoro Selatan," katanya.

Suban mengecek ke Bojonegoro Selatan. Katanya, ada perbukitan yang berbatasan Nganjuk, di Kecamatan Temayang, dulu hutannya lebat. Sekarang diproduksi sama Perhutani.

"Sampai ke bonggolnya. Makanya, sekarang, setelah kami analisa, setiap tahun di sana banjir bandang," ujarnya.

Mitigasi struktural, kata Suban, yakni dengan pembuatan sudetan sungai, sudah akan dilakukan. Menurutnya, Gubernur sudah membuat surat rekomendasi memakai lahan Perhutani sebagai sudetan Bengawan Solo.

"Air akan diarahkan ke Waduk Pacal, Bojonegoro, untuk mengantisipasi di masa mendatang, ketika terjadi banjir, tidak sampai ke permukiman penduduk," katanya.

Namun, reboisasi sebagai mitigasi non struktural menurutnya juga penting dilakukan. Dia mencontohkan, di Batu, banyak pohon yang ditebangi mengakibatkan mata air Sungai Brantas terus berkurang.

"Dulu ada 200 mata air, sekarang tinggal separuh. Makanya, tagline lingkungan sekarang, berbaikhatilah kepada lingkungan, maka lingkungan akan berbaik hati kepada kita," katanya.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan, dia sudah berkoordinasi dengan kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PERA).

Dia meminta bantuan Tim Kementerian PU PERA, agar ada solusi efektif yang permanen untuk jangka panjang, agar banjir akibat luapan sungai besar bisa dilakukan.

Sementara untuk jangka pendek, dia telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk mengganti sandbag dan bronjong di tanggul yang jebol dengan plengsengan.(den/iss/ipg)

SS TODAY LAINNYA

top