suarasurabaya.net

  •  
  • Kembali  SS Today
  • Banjir Melanda Jawa Timur

Distribusi Bawang Putih Impor di Jawa Timur Diadang Banjir
Laporan Denza Perdana | Jumat, 03 Mei 2019 | 09:33 WIB

suarasurabaya.net| Bawang putih menyumbang 0,13 persen inflasi pada April 2019 hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur. Harga akan tertekan bila sebagian besar bawang putih impor asal Tiongkok sudah masuk lewat Surabaya. Tetapi banjir masih jadi momok distribusi bumbu dapur ini.

Ketersediaan bahan pokok, inflasi, juga hambatan-hambatan distribusi itu dibincangan oleh puluhan distributor, sejumlah kepala daerah di Jawa Timur, serta sejumlah instansi-instansi terkait inflasi dan distribusi yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur memimpin rapat yang diselenggarakan Kamis (2/5/2019) di salah satu hotel di Surabaya. Emil menyebutkan, ada lebih dari 20 distributor bahan kebutuhan pokok juga punya akses impor.

"Ada juga bupati/wali kota, juga ada dari BPS, juga dari perhubungan. Jadi begini, ada empat tim yang bergerak di sini (TPID). Ada yang memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi," katanya.

Emil mengklaim dirinya langsung meminta sampling atau contoh kasus dari setiap pelaku dan pengambil kebijakan di TPID Jatim itu. Soal harga, misalnya, dia ingin ada target penurunan harga yang disepakati TPID Jatim.

Khusus untuk bawang putih yang menjadi bahan makanan holtikultura penyumbang terbesar inflasi Jawa Timur pada April 2019, stoknya akan aman setelah masuknya bawang putih impor yang jumlahnya diperkirakan 84 ribu ton, di Pelabuhan Tanjung Perak.

"Kabar dari Polda, ada satu kontainer sudah masuk gudang. Menurut TPID, ada satu kontainer sudah siap distribusi, tapi kendalanya perhubungan. Ada jalan yang banjir luapan Kali Lamong, lalu ada jalan yang diportal, sehingga tidak bisa dilalui kontainer," katanya.

Emil pun meminta Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur untuk melakukan pemetaan. Dia menyadari, situasi yang sama mungkin akan dihadapi distribusi barang lain dengan tujuan berbeda. Bukan hanya satu sampling bawang putih yang akan dikirim ke Gresik.

"Perlu langkah-langkah multisektoral untuk mengatasi ini, mulai dari ketersediaan pasokan, distribusi barang, dan yang paling penting operasi pasarnya. Kemarin operasi pasar di Probolinggo, saya dapat kabar harganya malah naik, kenapa? karena yang beli para pedagang," katanya.(den/iss/rst)

B E R I T A    T E R K A I T
  • Bawang Putih Asal Tiongkok Tahap Pertama Siap Masuk 60.000 Ton
  • SS TODAY LAINNYA

    top