suarasurabaya.net

BPN Menilai Bawaslu Tidak Adil Karena Menolak Laporan Kecurangan TSM
Laporan Muchlis Fadjarudin | Senin, 20 Mei 2019 | 14:18 WIB

suarasurabaya.net| Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai bahwa putusan Bawaslu tidak adil, dengan menolak laporan dugaan kecurangan Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM), yang dilakukan oleh pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sebelumnya, dalam sidang putusan pendahuluan, Bawaslu menolak laporan BPN karena bukti yang dilampirkan hanya print out berita online.

Dian Islamiati Fatwa anggota BPN yang mewikili pihak pelapor dalam sidang di Bawaslu menyayangkan putusan ini, karena Bawaslu tidak merekomendasikan laporan BPN untuk diteruskan. Padahal, kata Dian, BPN telah menyiapkan sksi-saksi.

"Saya di sini menyayangkan bahwa keputusan tersebut tidak merekomendasikan laporan kami diteruskan, karena saksi-saksi ini belum sempat ditanyakan mestinya ada saksi. Kami sudah menyiapkan sejumlah saksi dan belum diperiksa," ujar Dian di gedung Bawaslu usai sidang, Senin (20/5/2019).

Dian menegaskan kalau selain sudah menyiapkan saksi-saksi,BPN juga sudah menyiapkan dokumen-dokumen-dokumen pembuktian lainnya.

"Bagi saya ini tidak fair. Kita juga ada beberapa dokumen yang sebetulnya kita sudah siapkan, misalkan peraturan pemerintah yang terbukti menunjukkan bahwa ini adalah TSM, karena kalau peraturan pemerintah tentang kenaikan gaji ini kan dampaknya sebetulnya sudah cukup luas. Jadi tidak harus lagi menunggu keputusan," jelasnya.

Dian mengaku kalau saksi-saksi belum dimasukkan dalam berkas laporan ataupun divideokan karena waktunya mepet sekali yakni 7 hari untuk bersidang, sehingga rencananya akan dihadirkan dalam sidang selanjutnya.

"Karena antara jangka waktu saya menemukan dan melaporkan ini mepet sekali. Jadi yang terpikir oleh saya adalah melaporkan terlebih dulu karena terbatas waktu tujuh hari. Nama-nama saksipun sebenarnya sudah dimasukan," tegasnya.(faz/tin)

SS TODAY LAINNYA

top