suarasurabaya.net

BEM SI Jatim Tuntut Pemerintah Beri Beasiswa Pendidikan Anak Petugas KPPS yang Meninggal
Laporan Agung Hari Baskoro | Selasa, 21 Mei 2019 | 17:22 WIB

suarasurabaya.net| Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Jawa Timur (BEM SI Jatim) menuntut pemerintah agar memberikan beasiswa pendidikan bagi anak petugas KPPS yang meninggal dunia. Aksi ini dilakukan di depan Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan Surabaya, Selasa (21/5/2019).

Agung Tri Putra perwakilan BEM SI Jatim mengatakan, kematian 500 lebih petugas KPPS yang ada bukanlah sebuah hal yang bisa dianggap wajar dan hanya diselesaikan dengan sebutan Pahlawan Demokrasi.

"Itu juga manusia, harus dipenuhi hak-haknya. Kalau sebagai pahlawan demokrasi, kenapa harus mati? Kalau gini kan bukan pesta demokrasi, tapi pesta kematian," ujar Agung Tri pada Selasa (21/5/2019).

Ia meminta agar pemerintah bisa mengusut kematian para petugas KPPS ini dan juga memberikan santunan serta beasiswa bagi anak-anak petugas KPPS yang meninggal dunia secara nasional.

"Ini tragedi nasional loh. Ini kesalahan sistem dari pemerintah," katanya.

BEM SI Jatim menilai, sistem pemilu yang menggabungkan Pilpres dan Pileg menjadi satu, membuat sistem kerja petugas KPPS yang berat. Ia menyebut, hal ini melanggar konsep bekerja yang sudah disepakati 8 jam kerja, 8 jam istirahat, dan 8 jam rekreasi.

"Ini bisa seharian, 24 jam, bisa lebih. Hanya untuk mengawal keberhasilan pemilu saja," pungkasnya. (bas/iss/ipg)

SS TODAY LAINNYA

top