suarasurabaya.net

Menko Polhukam Langsung Tangkap Perusuh Jika Unras di MK Ricuh
Laporan Muchlis Fadjarudin | Selasa, 25 Juni 2019 | 17:16 WIB

suarasurabaya.net| Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang putusan sengketa Pilpres pada Kamis (27/6/2019).

Sejauh ini Jenderal Tito Karnavian Kapolri sudah mengingatkan jajarannya untuk tidak memberikan izin kepada pihak-pihak yang akan melakukan unjuk rasa pada saat MK akan membacakan putusan sengketa Pilpres.

Hal yang sama juga disampaikan Wiranto Menko Polhukam. Bahkan, dia tegas akan menangkap jika ada yang nekat berunjuk rasa dan membuat rusuh.

"Kan Kepolisian sudah memperingatkan agar tak ada unjuk rasa di sekitar MK. Kalau ada yang nekat, ada demonstrasi kemudian menimbulkan kerusuhan, saya tinggal cari saja dan tangkap," ujar Wiranto setelah rapat dengan Badan Anggaran di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Wiranto juga akan mencari siapa yang bertanggungjawab dalam unjuk rasa tersebut kalau terjadi kerusuhan.

"Kita akan cari tokoh yang bertanggungjawab. Kita tangkap saja karena menimbulkan kerusuhan," jelasnya.

Soal rencana PA 212 yang akan menggelar aksi damai, Wiranto mempertanyakan apa yang akan diperjuangkan mereka, karena Prabowo pun telah melarang pendukungnya untuk datang berbondong-bondong ke MK.

"Mereka akan memperjuangkan apa? Tadinya FPI kan mendukung Prabowo-Sandi. Tatkala yang didukung mengatakan, 'Ayo kita damai saja, menjaga suasana bersahabat, terima keputusan MK, apa pun keputusan itu', maka apa yang akan diperjuangkan?" tegas Wiranto.(faz/iss/ipg)

SS TODAY LAINNYA

top