suarasurabaya.net

Prabowo Putarkan Suara Bung Tomo untuk Semangati Buruh
Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 01 Mei 2019 | 14:15 WIB

suarasurabaya.net| Prabowo Subianto Capres nomor urut 02 menghadiri hari buruh sedunia (May Day) di Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Aroma semangat Pilpres masih terasa dalam peringatan hari buruh yang dihadiri ribuan anggota Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang dipimpin Said Iqbal ini.

Tema yang diangkat dalam peringatan Hari Buruh oleh KSPI ini adalah "Kesejahteraan Buruh dan Demokrasi yang Jujur dan Damai"

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan kalau buruh bersama petani dan nelayan adalah yang menghasilkan produk untuk bangsa dan negara.

"Untuk rakyat Indonesia kalian mengeluarkan tenagamu, keringatmu, energimu untuk menghidupi keluargamu tiap hari. Karena itu, kau pantas kita sebut tulang punggung bangsa Indonesia," tegas Prabowo disambut tepuk tangan ribuan buruh, Rabu (1/5/2019).

Prabowo menyinggung soal elit Indonesia yang kaya karena korupsi, menghisap uang rakyat dan buruh. Kepada elit-elit tersebut, Prabowo menyebut mereka sebagai penghianat bangsa.

"Banyak Elit di Indonesia menjadi kaya. Tidak ada salahnya menjadi kaya kalau itu hasil kerja keringat dan otaknya sendiri. Tapi kalau menjadi kaya karena mencuri dari rakyat, akal-akalin, menipu, mengemplang utang dari bank milik rakyat, menggunakan anggaran milik rakyat, itu namanya pengkhianat kepada bangsa," kata dia.‎

Diakhir pidatonya,Prabowo memutarkan video dengan suara bung Tomo yang menyemangati rakyat Surabaya ketika berjuang mengusir Inggris.

Dari Bung Tomo, Prabowo minta kepada buruh untuk berjuang demi keadilan,dan tidak boleh patah semangat dan rapuh.

"Sepertinya seolah olah kuat padahal rapuh. Orang korup pasti penakut, maling-maling tidak berani menghadapi rakyat yang berani. Seolah-olah Bung Tomo menyampaikan kepada kita setiap saya ragu ragu, setiap saya merasa kuatir, selalu saya putar pidato Bung Tomo. Mungkin saya sudah dengar 100 sampai 200 kali. Dan setiap saat saya terharu beliau katakan merdeka atau mati, lebih baik hancur daripada dijajah kembali," ungkapnya.

Sementara Said Iqbal Presiden KSPI sebelumnyamengatakan kalau dalam peringatan hari buruh ini mereka menuntut agar pemerintah mencabut PP Nomor 78/2015 tentang Pengupahan.

KSPI juga menuntut penghapusan sistem kerja outsourhcing, termasuk pemagangan yang berkedok outsourching. Selain itu, kata Said, KSPI juga meminta pelayanan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan ditingkatkan.

Tidak berhenti disitu saja,KSPI, menurut Said juga menuntut penurunan harga listrik dan sembako. Lalu soal Pemilu 2019, kata dia, para buruh buruh akan turut mengawal penghitungan suara KPU.

"Seluruh buruh di Indonesia akan mengawal C1. Selain suara pilpres,kita juga mengawal suara caleg," tegas Said.(faz/iss/rst)

SS TODAY LAINNYA

top