suarasurabaya.net

  •  
  • Kembali  SS Today
  • Hari Jadi Kota Surabaya ke-726

Persembahan Banyumili untuk HUT ke 726 Kota Surabaya
Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 02 Mei 2019 | 19:44 WIB

suarasurabaya.net| Banyumili dalam Bahasa Indonesia artinya air yang mengalir, dimaknai sebagai keleluasaan, kebebasan, sekaligus ekspresi masing-masing seniman yang berkarya layaknya air. Sekaligus mengungkapkan keterikatan batin para seniman pada Kota Surabaya.

Cat air sebagai media utama pada karya-karya yang ditampilkan para seniman menjadikan pameran kali ini terasa berbeda, lantaran sebagaian besar para pelukis yang berpameran terbiasa menggunakan cat minyak maupun cat akrilik pada karya-karyanya.

"Kami juga ingin mengajak masyarakat luas untuk melihat bagaimana seniman-seniman lukis ini berkarya dengan media cat air. Meskipun biasanya kami lebih sering membuat karya dnegan media cat minyak maupun cat akrilik. Kami merasa memang berbeda dan memiliki tantangan tersendiri," kata Yoes Wibowo satu diantara peserta pameran Banyumili.

Lukisan berjudul Sanggar Agung karya Agus Koecink, terlihat berbeda dari karya Agus Koecink yang biasanya. Bekisah tentang tradisi nyekar dilaut sebagai budaya masyarakat peranakan menjelang Qing Ming, sebuah ritual tahunan masyarakat Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah ke makam kerabat.

Kisah tentang budaya dan nilai historis Surabaya sebagai kota Pahlawan juga digoreskan Joko Pramono melalui warna warni cat air oleh seniman yang akrab disapa Jo Pram lewat karya berjudul Sejarah Jembatan Merah.

Sedangkan lukisan bertajuk City of Tomorrow karya Yoes Wibowo menggambarkan Surabaya sebagai kota yang hijau, smart city, bersih, lancar, indah, tentram, dan sejahtera lewat penggambaran dari udara ala drone.

Budi Bi, koordinator sekaligus ketua pameran Banyumili menyampaikan harapan agar pameran kali ini lancar tak ubahnya seperti tema pameran, air yang mengalir, sekaligus menebarkan energi positif bagi seniman lainnya.

"Kami berharap pameran ini memberikan energi positif bagi kami sendiri seperti air yang mengalir, juga bagi sneiman lainnya sekaligus untuk mempopulerkan lukisan dengan media cat air," terang Budi.

Sementara itu, ditambahkan Rani Anggraini Manager House of Sampoerna bahwa pameran kali ini merupakan persembahan bagi HUT Kota Surabaya ke 726, juga mengajak masyarakat untuk ikut menikmarti lukisan dengan media cat air.

"Ini adalah kado ulang tahun untuk Kota Surabaya ke 726 dari para seniman yang menggunakan media cat air dan berpameran pada Banyumili, juga untuk mengajak masyarakat berapresiasi menikmati lukisan dengan media cat air," pungkas Rani Anggraini.

Deretan karya 14 seniman yang memamerkan karyanya dalam Banyumili dan dipersembahkan secara khusus untuk HUT ke 726 tahun Kota Surabaya, digelar di Galeri Pavilliun House of Sampoerna mulai Jumat (3/5/2019) sampai dengan 15 Juni 2019. (tok/rst)

SS TODAY LAINNYA

top