suarasurabaya.net

Pemprov Jatim Dukung Penuh Pertamina dengan Unit Reaksi Cepat
Laporan Denza Perdana | Senin, 18 November 2019 | 18:30 WIB

suarasurabaya.net| Setiajit Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan, Pemprov Jatim akan mendukung Pertamina MOR V dalam memastikan keamanan stok BBM di Jawa Timur.

"Kami punya Unit Reaksi Cepat yang akan mendukung quick respons Pertamina," kata Setiajit saat menggelar konferensi pers bersama Pertamina MOR V di Kantor Gubernur, soal kelangkaan solar, Senin (18/11/2019).

Tim URC Dinas ESDM, kata Setiajit, terutama akan mendukung Pertamina dalam memastikan keamanan stok BBM menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 mendatang.

Namun, dia mengaku juga sudah menugaskan URC untuk turut mengawasi penyalahgunaan BBM bersubsidi. "Sudah kami sampaikan, karena yang boleh membeli BBM subsidi itu yang berhak," ujarnya.

"Bagi kendaraan berplat hitam dan plat merah, itu tidak boleh membeli premium atau solar. Harus membeli alternatif, seperti pertalite, kalau solar itu solar dex atau dexlite," katanya.

Dia pun meminta bantuan media massa bila menemukan adanya kendaraan berplat merah segera melapor kepadanya. Dia akan segera menindak sopirnya dengan cara memecatnya.

Werry Prayogi General Manager Pertamina MOR V mengatakan, Pertamina akan memastikan stok BBM, termasuk BBM bersubsidi, selama Natal dan Tahun Baru 2020 aman.

"InsyaAllah aman. Kalau pun ada trouble, misalnya trouble di Tuban, kami pindah ke Surabaya. Trouble di banyuwangi kami tarik dari Malang. Macam-macam caranya. Kami punya TBBM (Terminal BBM) besar di Tuban, Surabaya, dan Banyuwangi," ujarnya.

Dia mengaku, pada momentum khusus seperti Natal dan Tahun Baru atau Lebaran tim reaksi cepat Pertamina di lapangan justru lebih waspada. Berbeda dengan hari-hari seperti sekarang.

"Seperti kejadian seperti ini (isu kelangkaan solar, red). Ini di luar prediksi kami. Tiba-tiba di-blow up seperti itu," ujarnya.

Dia pun sudah memprediksi, Natal dan Tahun Baru 2020 ini akan lebih ramai penggunaan BBM baik subsidi maupun non subsidi karena orang cenderung bepergian dengan kendaraan pribadi.

"Kami sudah bayangkan tahun ini mungkin lebih ramai dari tahun lalu, karena banyak keluarga menengah yang menggunakan mobilnya, naik tol sampai ke Jakarta sembilan jam, daripada naik pesawat."

"Di bali tidak perlu sewa mobil, tidak perlu beli tiket pesawat, tinggal cari hotel. Memang tol sangat berpengaruh. Memang harus diantisipasi. Lebaran kemarin dibandingkan lebaran lalu pun berbeda sekali," ujarnya.

Soal suplai BBM subsidi di Jawa Timur, Setiajit Kadis ESDM menyebutkan, dalam setahun kuota premium untuk Jatim sebesar 1.444.300 kiloliter. Sedangkan solar 2.092.000 kiloliter.

"Kalau pada Desember nanti kurang, BPH Migas akan menambahnya," ujarnya.(den/iss/ipg)

SS TODAY LAINNYA

top