suarasurabaya.net

Disperindag Jatim: Harga Telur Naik Tidak Terkait Isu Dioksin
Laporan Denza Perdana | Senin, 25 November 2019 | 18:23 WIB

suarasurabaya.net| Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur memastikan, isu telur ayam kampung mengandung dioksin tidak berpengaruh pada harga telur ayam ras di Jawa Timur.

Tri Bagus Sasmito Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim mengatakan, harga telur ayam ras (broiler) sampai sekarang relatif stabil menjelang Natal dan Tahun Baru 2020.

"Kalaupun ada kenaikan, itu karena adanya peningkatan permintaan masyarakat terhadap telur ayam ras yang cukup tinggi karena adanya momen keagamaan," ujarnya ditemui di kantornya, Senin (25/11/2019).


Tri Bagus Sasmito Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim. Foto: Denza suarasurabaya.net

Sejumlah hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, kata Bagus, memang menyebabkan terjadinya kenaikan harga telur di sejumlah daerah di Jawa Timur. Namun tidak terlalu tinggi.

"Muludan, juga persiapan Natal dan Tahun Baru, kemudian hajatan nikah itu juga banyak yang mengonsumsi telur ayam broiler," katanya. "Naiknya juga tidak terlalu signifikan."

Dia mengklaim, bila dibandingkan satu bulan lalu, sekitar pertengahan Oktober, harga telur pada November ini mengalami kenaikan antara Rp1.000 sampai Rp1.500 per kilogram di sejumlah daerah.

"Seperti di Madura, itu ada kenaikan. Karena momen maulidan itu di beberapa daerah, kan, hampir satu bulan penuh. Lalu pengaruh hajatan, misalnya di Gresik, itu juga lumayan berpengaruh," katanya.

Bagus juga memastikan, stok telur di Jatim aman menjelang Natal dan Tahun Baru. Dia juga tidak mendapat laporan gangguan distribusi akibat isu kelangkaan solar beberapa waktu yang lalu.(den/tin/ipg)

SS TODAY LAINNYA

top