suarasurabaya.net

  •  
  • Kembali  SS Today
  • Fenomena Bunuh Diri

Angka Bunuh Diri Mengkhawatirkan, Hari Kesehatan Mental Sedunia Ambil Tema "Prevent Suicide"
Laporan Agung Hari Baskoro | Rabu, 04 September 2019 | 15:00 WIB

suarasurabaya.net| Angka bunuh diri di dunia masih sangat menghawatirkan. Data WHO, bunuh diri masih menyebabkan kematian 800.000 orang setiap tahun. Secara kasar, ini bisa diartikan setiap 40 detik ada 1 orang bunuh diri.

Dr Brihastami Sawitri, SpKJ Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa mengatakan, ini membuat WHO menetapkan "Prevent Suicide" sebagai tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2019. Harapannya, agar masalah ini menjadi prioritas agenda kesehatan masyarakat dunia.

"Untuk tiap individu yang meninggal akibat bunuh diri, diperkirakan ada 25 orang lainnya yang mencoba bunuh diri, utamanya pada usia 15-29 tahun. Tak hanya dewasa, bunuh diri semakin kerap terjadi pada anak-anak dan remaja, antara lain akibat kekerasan pelecehan seksual, bullying, cyber bullying," jelas Dr Brihastami di RSUD Dr Soetomo pada Rabu (4/9/2019).

Untuk merayakan Hari Kesehatan Mental 2019, FK Unair dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menggelar workshop dan simposium bertajuk Surabaya Suicide Update 2019 "Working Together to Prevent Suicide" pada 6 dan 7 September 2019 di Gedung Hall AMEC FK Unair, Surabaya,

"Dihadiri para pakar di bidang kesehatan mental, khususnya upaya pencegahan bunuh diri. Pakar tersebut memiliki latar belakang klinisi, pemerintah maupun penggerak komunitas, baik di tingkat nasional dan internasional," ujar Dr Brihastami yang juga Ketua Panitia Surabaya Suicide Update 2019.

Selain itu, pada tanggal 10 September, Hari pencegahan bunuh diri sedunia akan ditutup dengan acara simbolis menyalakan lilin bersama tepat pukul 20.00 WIb.

"Setahun lalu, acara ini sukses kami selenggarakan di depan Gedung Grahadi, tahun ini kami berencana untuk mengundang lebih banyak orang untuk berpartisipasi di Halaman Depan Fakultas Kedokteran Unair kampus A. Lilin adalah simbol perhatian, kepedulian, kasih sayang, dan harapan," jelasnya.

Ia berharap, melalui kegiatan-kegiatan ini, angka bunuh diri dapat ditekan di Indonesia. (bas/rst)

SS TODAY LAINNYA

top