suarasurabaya.net

  •  
  • Kembali  SS Today
  • KPK Tangkap Bupati Sidoarjo

Kronologi Bancakan Korupsi Bupati Sidoarjo
Laporan Denza Perdana | Kamis, 09 Januari 2020 | 07:13 WIB

suarasurabaya.net| Dugaan korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Sidoarjo, melibatkan Saiful Ilah Bupati Sidoarjo (tersangka), sudah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak sekitar setahun lalu.

Alexander Marwata Wakil Ketua KPK menyatakan, dalam konferensi pers Rabu (8/1/2020) malam, tidak seperti proses penyelidikan pada umumnya, selama itu KPK tidak memeriksa saksi-saksi.

KPK dalam penyelidikan itu memanfaatkan jasa 'orang dalam' di lingkungan Pemkab Sidoarjo, yang bahkan pernah satu pesawat dengan Bupati Sidoarjo saat hendak ke Padang, sebagai informan.

Dalam keterangan persnya, KPK menjelaskan konstruksi perkara dan proses pengamanan 11 orang terkait dugaan korupsi itu, yang enam di antaranya sudah ditetapkan tersangka, secara kronologis.


Tim KPK menunjukkan barang bukti berupa uang dugaan suap yang diterima Saiful Ilah Bupati Sidoarjo dan sejumlah pejabat di Kabupaten Sidoarjo, Rabu (8/1/2020) malam di Kantor KPK Jakarta Selatan. Foto: Farid suarasurabaya.net

Dugaan korupsi suap pengadaan barang dan jasa Sidoarjo ini bermula pada 2019 lalu ketika Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU-BMSDA) Sidoarjo melelang pengadaan sejumlah proyek.

Ibnu Ghopur (tersangka) adalah salah satu kontraktor peserta lelang pengadaan barang untuk proyek-proyek itu. Namun dalam prosesnya, ada sanggahan yang berpotensi membuat dia tidak memenangkan proyek.

Sekitar Juli 2019, Ghopur menghadap ke Saiful Ilah Bupati Sidoarjo. Dia minta Bupati tidak menanggapi sanggahan atas Proyek Jalan Candi-Prasung Sidoarjo dan memenangkan dirinya untuk proyek itu.

Ghopur yang merupakan Direktur Utama PT Rudy Jaya akhirnya memenangkan empat proyek Dinas PU-BMSDA pada periode Agustus-September 2019, melalui sejumlah perusahaan.


Saiful Ilah Bupati Sidoarjo memakai rompi oranye usai menjalani pemeriksaan dan menjadi tersangka korupsi, Kamis (9/1/2020) dinihari. Foto: Farid suarasurabaya.net

Empat proyek itu antara lain pembangunan Wisma Atlet senilai Rp13,4 miliar, pembangunan Pasar Porong Rp17,5 miliar, proyek Jalan Candi-Prasung Rp21,5 miliar, dan peningkatkan saluran (afvoer) Pucang, Pagerwojo Rp5,5 miliar.

Setelah menerima termin pembayaran atas proyek yang dia menangkan, Ghopur bersama Totok Sumedi (tersangka), rekannya, memberikan fee kepada sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo.

Sebelum tertangkap tangan Selasa (7/1/2020), Ghopur sudah memberikan fee sebesar Rp300 juta kepada Sanadjihitu Sangadji (tersangka) Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, akhir September 2019 lalu.

Sebagian dari fee itu Sangadji berikan kepada Saiful Ilah Bupati pada Oktober 2019.

Ghopur dan Totok pada sekitaran periode itu juga sudah memberikan fee senilai Rp240 juta kepada Judi Tetrahastoto (tersangka) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU-BMSDA Sidoarjo.

Lalu pada 3 Januari 2020, Ghopur memberikan fee senilai Rp200 juta kepada Sunarti Setyaningsih (tersangka) Kepala Dinas PU-BMSDA Sidoarjo.

Kronologi Operasi Tangkap Tangan

KPK kembali mendapat informasi dari informannya tentang rencana penyerahan fee proyek oleh Ghopur kepada Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Abah Ipul, di Pendapa Wibawa Sidoarjo, Selasa (7/1/2020).

Petang itu juga KPK melancarkan operasi tangkap tangan setelah memastikan bahwa Ghopur sudah menyerahkan fee proyek senilai Rp350 juta kepada Saiful Ilah lewat N Kepala Sub Bagian Protokol.

Ghopur bersama Totok dan IWN, rekannya yang lain, ditangkap di area parkir Pendapa Wibawa Selasa malam pukul 18.18 WIB. KPK mengamankan uang Rp259 juta dari tangan Ghopur.

Setelah Ghopur, KPK mengamankan Abah Ipul bersama B, ajudannya, di ruang kerjanya pukul 18.24 WIB. KPK mengamankan tas ransel berisi uang Rp350 juta dalam pecahan Rp100 ribu dari tangan ajudan Bupati.

KPK juga memanggil N Kasubag Protokoler yang dititipi uang fee proyek oleh Ghopur untuk Abah Ipul. Pukul 18.45 WIB, N tiba di Pendapa Wibawa lalu turut diamankan oleh KPK.

Selasa petang itu juga, pada pukul 18.36 WIB, Tim KPK mengamankan Kepala Dinas PU-BMSDA yang akrab disapa Naning di rumahnya. KPK mengamankan uang Rp225 juta dari rumah Naning.

Selanjutnya, Judi Tetrahastoto PPK Dinas BMSDA diamankan di rumahnya pada pukul 19.18 WIB. Pada operasi itu KPK mengamankan uang sebesar Rp229,3 juta dari tangan Judi.

Yang terakhir diamankan adalah Sanadjihitu Sangadji Kepala ULP Setda Kabupaten Sidoarjo. KPK mengamankan Sangadji di rumahnya Rabu (8/1/2020) dini hari pukul 00.25 WIB.


Sunarti Setyaningsih Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Ibnu Ghopur dan Totok Sumedi kontraktor swasta, tersangka korupsi terkait sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo, digiring dari Kantor KPK menuju rutan KPK, Kamis (9/1/2020). Foto: Farid suarasurabaya.net

Sebelum Sangadji, KPK mengamankan dua staf Ghopur pukul 19.40 WIB dan 23.14 WIB di kantornya, beserta uang barang bukti senilai Rp750 juta yang tersimpan dalam tas ransel warna hitam.

KPK menyatakan keprihatinan dalam keterangan persnya, karena harus mengawali tahun 2020 dengan kegiatan tangkap tangan di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

"Kami sangat prihatin dan miris. Apalagi perkara ini kasus suap yang terkait proyek infrastruktur, yang awalnya diharapkan dapat dinikmati masyarakat, tetapi justru dijadikan bancakan korupsi," ungkap Alexander Marwata Wakil Ketua KPK.(den/ipg)

B E R I T A    T E R K A I T
  • Abah Ipul Bupati Sidoarjo Jadi Penghuni Sementara Rutan Cabang KPK
  • SS TODAY LAINNYA

    top