suarasurabaya.net

  •  
  • Kembali  SS Today
  • KPK Tangkap Bupati Sidoarjo

KPK Amankan 11 Orang Dalam OTT di Sidoarjo, Ini Daftar Namanya
Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 09 Januari 2020 | 09:51 WIB

suarasurabaya.net| Kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Sidoarjo terkait pengadaan proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU-BMSDA) Kabupaten Sidoarjo juga menyeret 10 nama. Jadi dalam OTT yang dilakukan pada Selasa (7/1/2020), total KPK telah mengamankan 11 orang di Sidoarjo.

Berdasarkan data dari press rilis KPK, ke-11 orang tersebut yakni:
1. SFI (Saiful Ilah) Bupati Sidoarjo 2010-2015 dan 2016-2021
2. SST (Sunarti Setyaningsih), Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo
3. JTE (Judi Tetrahastoto) Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo
4. SSA (Sanadjihitu Sangadji), Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan
5. IGR (Ibnu Ghopur), swasta
6. TSM (Totok Sumedi), swasta
7. IWN (Iwan), swasta
8. SNF (Siti Nur Findiyah) swasta, staf IGR
9. SUP (Suparni) swasta, staf IGR
10. N (Novianto) Kepala Sub Bagian Protokol, datang ke Pendopo setelah dihubungi KPK.
11. B (Budiman), ajudan Bupati SSI.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menetapkan Saiful Ilah Bupati Sidoarjo sebagai tersangka penerima suap terkait sejumlah proyek infrastruktur di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Antara lain Proyek Pembangunan Wisma Atlet, Proyek pembangunan Pasar Porong, Proyek Jalan Candi-Prasung, dan Proyek di Desa Pagerwojo Kecamatan Buduran.

Pengumuman itu disampaikan Alexander Marwata Wakil Ketua KPK pada Rabu (8/1/2020) malam di Kantor KPK, sesudah menyelesaikan proses gelar perkara.

"Kami sangat prihatin dan miris harus mengawali tahun ini dengan informasi kegiatan tangkap tangan terhadap Kepala Daerah di Sidoarjo, Jawa Timur. Apalagi perkara ini merupakan kasus suap yang terkait dengan proyek infrastruktur yang awalnya diharapkan dapat dinikmati oleh masyarakat, namun justru dijadikan bancakan korupsi," ujarnya.(dwi/ipg)

SS TODAY LAINNYA

top