suarasurabaya.net

16 Jamaah Haji Asal Lumajang Gagal Berangkat Karena Dokumen Palsu
Laporan Zumrotul Abidin | Jumat, 27 Juli 2018 | 18:10 WIB

Achmad Faridul Ilmi Kabid Penyelenggaran Haji dan Umroh Kemenag Jatim. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Sebanyak 16 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Lumajang harus digagalkan berangkatnya untuk haji tahun ini. Mereka terverifikasi telah melanggar karena menggunakan dokumen palsu dengan tujuan bisa berangkat haji tahun 2018.

Achmad Faridul Ilmi Kabid Penyelenggaran Haji dan Umroh Kemenag Jatim mengatakan, bahwa yang digunakan 16 JCH itu adalah memalsukan dokumen surat nikah agar bisa masuk jamaah penggabungan. Mereka seolah-olah berpasangan suami istri agar bisa masuk jamaah penggabungan.

Sebab, selama ini memang diperbolehkan seorang jamaah yang sudah tua bisa didampingi keluarganya asalkan sudah mendaftar sesuai antrean.

"Seluruh kasus di lumajang itu terkait penggabungan istri dan suami atau ayah dan anak. Dokumen palsu, seperti surat nikah yang dipalsukan. Sudah kami cek di KUA setempat belum ada pengeluarkan legalisir surat nikah tersebut," ujar Farid di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jumat (27/7/2018).

Farid sangat yakin bahwa modus yang dilakukan 16 JCH ini ada unsur kesengajaan. Kemungkinan besar juga bekerjasama dengan oknum di KBIH untuk memperlancarnya.

"Ini ada kesengajaan. Modusnya biasanya dibantu oleh KBIH," katanya.

Farid menegaskan, dengan kejadian ini Kemenag Jatim bertindak tegas dengan mengembalikan 16 JCH ke porsi antrean asal. Mereka tidak bisa menuntut pemberangkatan di tahun ini.

"16 JCH itu dikembalikan pada porsi yang dia antre, misalnya antreannya berangkat 2022, ya harus nunggu," katanya.

Menurut Farid, saat ini Kemenag Jatim tengah melakukan verifikasi siapa yang salah dalam masalah ini dan layak mendapatkan hukuman. Apabila KBIH ikut terlibat maka bisa dibekukan. Bahkan, bisa saja kasus ini diteruskan ke Kepolisian.

Farid mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang ingin beribadah haji agar menempuh cara-cara yang baik. Menurut Farid, seluruh proses dalam ibadah Haji harus memegang teguh akhlakul karimah, karena berangkat haji itu akan jadi tamu Allah SWT.

"Semua prosesnya harus baik dan penuh akhlakul karimah. Karena berangkat haji itu mau menjadi tamu Allah SWT," katanya. (bid/iss/ipg)
top