suarasurabaya.net

Tim Robot Untag Surabaya Rebut Juara Pertama Regional IV
Laporan J. Totok Sumarno | Selasa, 30 April 2019 | 15:52 WIB

Tim Politag Pro Untag Surabaya setelah menang di KRI 2019 Regional IV bersama Yayasan Untag Surabaya. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Regional IV, tim Politag Pro Fakultas Vokasi Untag Surabaya berhasil menyabet juara pertama dan juga desain terbaik divisi Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI).

Kemenangan tim Robot Untag Surabaya ini, mampu mengungguli tim Papuma_IR64 dari Politeknik Negeri Jember yang berada di peringkat 2 dan tim Risma dari ITS Surabaya yang berada di peringkat 3.

KRI 2019 sendiri merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam robotika yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

KRI 2019 dibagi menjadi 6 divisi yang bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ditunjuk untuk menyelenggarakan Kontes Tingkat Regional dan Kontes Tingkat Nasional.

Kontes Tingkat Regional diselenggarakan pada 4 (empat) wilayah Regional, satu diantaranya Regional 4 (area Jawa bagian Timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua) dengan tuan rumah Universitas Mataram, Lombok.

Astra Nico Prastyo Ketua Tim Politag Pro, menyampaikan bahwa pihaknya tidak enduga bahwa tim Robot Untag Surabaya berhasil menyabet juara padahal berhadapan dengan tim-tim lawan cukup berat dari kampus lainnya.

"Tentunya kami sangat bersyukur karena justru kami menang menghadapi tim lawan yang cukup berat dari beberapa kampus lain. Ada tim dari ITS Surabaya maupun PENS yang memang dikenal gudangnya juara," terang Astra Nico Prastyo.

Tim Tim Politag Pro Untag Surabaya, lanjut Astra, telah dua kali mengikuti kontes robotika, namun gagal di babak penyisihan. Oleh karenanya untuk mengikuti KRI 2019 ini, tim Politag Pro membuat persiapan sematang mungkin.

"Persiapannya kurang lebih 3 bulan. Mulai dari merancang desain sampai mengikuti perlombaan. Semua memang sudha kami persiapkan jauh-jauh hari, agar kami mendapatkan hasil maksimal," tambah Astra.

Sedangkan kendala yang ditemui, Astra menyebut saat persiapan lomba yang paling sulit adalah persoalan merancang desain. Persoalan merancang desain ini sempat menjadikan penampilan robot juga sempat rusak, lantaran rancangan keliru.

"Tim kami memang sangat luar biasa. Kendala kami lewati dengan terus melakukan eksplorasi. Dan ketika harus berhadapan dengan tim-tim lawan dari kampus-kampus ternama seperti ITS dan PENS, tim kami tetap berusaha maksimal," kata Astra.

Sementara itu, ditemui ditempat berbeda Dimas Aditya Putra Wardhana S.ST., pembimbing tim Politag Pro Untag Surabaya menyampaikan bahwa keunggulan robot yang bertanding pada lomba kali ini memiliki kestabilan yang cukup bagus.

"Robot-robot lawan sepertinya memang unggul pada kecepatan. Tetapi tidak stabil. Dan saat melintasi rintangan-rintangan pada jalur lomba, robot mengalami gangguan, error. Tetapi robot andalan kami memang cukup stabil dan tidka mengalami error," papar Dimas.

Desain robot karya tim Politag Pro yang mengikuti lomba tingkat nasional ini memang tergolong unik dengan adanya empat buah kaki-kaki layaknya seekor Kuda. Dimas menambahkan bahwa itu lantaran mengacu tema lomba: Sang URTUU Agung Menyebarkan Pengetahuan.

"Kami memang sudah melakukan persiapan, satu diantaranya adalah membahas aturan pertandingan atau rule system lomba, sehingga robot yang kami persiapkan pada laga adalah robot dengan kelengkapan yang paling mendekati aturan atau sistem. Ternyata ini sangat menguntungkan dan membuat robot kami tangguh," pungkas Dimas.

Setelah berhasil merebut juara pertama pada KRI 2019 Regional IV, tim Politag Pro Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Selasa (30/4/2019) tengah mempersiapkan diri untuk berlaga pada tingkat nasional.(tok/ipg)
top