suarasurabaya.net

Mahasiswa Pecinta Kucing Ciptakan Pemberi Makan Kucing Otomatis
Laporan Agung Hari Baskoro | Rabu, 21 Agustus 2019 | 13:55 WIB

Alat pemberi makan kucing otomatis yang diciptakan Malinda Beth mahasiswa Stikom Surabaya. Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Kecintaannya pada hewan lucu bernama kucing, ternyata memberi Malinda Beth Mahasiswa Stikom Surabaya ide untuk berinovasi di bidang teknologi. Ia berhasil menciptakan alat pemberi makan kucing otomatis.

"Aku suka kucing. Aku punya banyak kucing, 11 kucing. Tapi males ngasih makan. Karena kan kalau kuliah, berangkat pagi. Kucing gak keurus makannya. Jadi aku buat alat ini," ujar Malinda ditemui di pameran karya yang digelar Stikom pada Rabu (21/8/2019).

Alat yang diciptakannya bisa memberi makan kucing sesuai dengan porsi dan jeda waktu yang diinginkan pemelihara. Kuncinya ada di Radio Frequency Identification (RFID) yang disematkan pada kalung kucing. Tiap merasa lapar, insting kucing akan mendekati alat tersebut dan RFID pada kalung akan tertempel pada RFID reader yang telah terpasang.

Jika memang sesuai dengan waktu yang diatur oleh pemelihara, maka makanan akan otomatis turun sesuai porsi yang ditentukan. Alat ini pun bisa digunakan untuk tiga kucing sekaligus. Masing-masing kucing akan diberi kalung dengan identitas berbeda. Sehingga, jatah makanan untuk kucing-kucing ini tidak akan tertukar.


Malinda Beth mahasiswa Stikom Surabaya berhasil menciptakan alat pemberi makan kucing otomatis. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

"RTC, Real Time Clock nanti akan nyatet waktunya. (misal, red) aku ngasih jeda dua jam, si kucing ini ngambil jam 6 pagi, berarti selanjutnya jam 8 pagi. Sebelumnya gak bisa. Kalau setelahnya bisa. Gak bakal keluar, nunggu (jika belum waktunya, red)," jelasnya.

Alat yang diciptakannya diklaim bisa menampung makanan kucing hingga 500 gram. Jika estimasi setiap porsi 30 gram, maka alat ini bisa memberi makan kucing 3-5 hari.

Untuk membuat satu alat pemberi makan kucing otomatis, Balinda membutuhkan biaya Rp 1,5 juta dengan waktu kurang lebih empat bulan. Ia mengaku akan mengembangkan teknologi miliknya sehingga mampu diproduksi lebih cepat dan murah. Ia berharap alat ini bisa diproduksi massal dan dipasarkan secara umum kepada para pecinta kucing lain. (bas/ipg)
top