suarasurabaya.net

Di Wonosalam, 4 Dosen UK Petra Wujudkan Desa Wisata Lewat PPDM
Laporan J. Totok Sumarno | Sabtu, 19 Oktober 2019 | 16:48 WIB

Peletakan batu pertama pembangunan desa wisata di Desa Jarak, Wonosalam, Jombang oleh Tim Abdimas UK Petra Surabaya. Foto: Humas UK Petra
suarasurabaya.net| Empat orang dosen UK Petra, Surabaya, wujudkan desa wisata melalui Program Pendampingan Desa Mitra (PPDM), dan menerima hibah pendanaan Rp 450 juta dari Pemerintah.

"Program ini dilaksanakan selama tiga tahun, pertahunnya mendapatkan Rp 150 juta kemudian dievaluasi apakah memenuhi target," terang Anik Juniwati, S.T., M.T., sebagai ketua tim Pengabdian Masyarakat Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, Sabtu (19/10/2019).

Ke empat orang tim Pengabdian Masyarakat dari UK Petra tersebut adalah Anik Juniwati, S.T., M.T., dari Program Studi Arsitektur, Dr. Rudy Setiawan, S.T., M.T., dari Program Studi Teknik Sipil, Serli Wijaya, S.E., M.Bus., Ph.D., dari Program Studi Magister Manajemen dan Devi Destiani Andilas, S.T., M.Par., dari Program Manajemen Kepariwisataan.

Desa Jarak kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang berada sekitar 83 km arah barat daya Kota Surabaya, persis di kaki Gunung Anjasmoro. Dengan luas lahan sekurangnya 2 hektar dan dikenal sebagai Bukit Pencaringan akan dikembangkan sebagai sentra wisata.

Program Pendampingan Desa Mitra (PPDM) ini sendiri merupakan program pendampingan bagi pemerintah dan masyarakat desa dalam upaya mewujudkan desa wisata. Hal ini mendukung target pemerintah tahun 2019, realisasi 2000 desa wisata se Indonesia.

"Desa Jarak ditetapkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebagai desa agrowisata di Kecamatan Wonosalam, yang dilengkapi potensi alam, pertanian atau perkebunan, peternakan hingga budaya," lanjut Anik.

Tim abdimas UK Petra Surabaya sendiri melakukan dua hal besar yaitu pembangunan fisik dan pendampingan pengelolaan pariwisatanya. Tim ini menggunakan konsep Community Based Tourism (CBT), sebuah pendekatan pembangunan dan pengembangan kepariwisataan berbasis komunitas, yang melibatkan warga setempat.

"Keterlibatan warga sangat diperhatikan mulai perencanaan, implementasi hingga pengendalian dimana warga desa Jarak harus ikut terlibat. Kami juga akan membekali kemampuan warga untuk mengolah, mengemas hasil bumi hingga mengelola wisata yang berdaya saing," papar Serli Wijaya, S.E., M.Bus., Ph.D, anggota Tim Abdimas.

Tim Abdimas UK Petra telah bekerja sejak Januari 2019 yang lalu dan telah melakukan banyak hal. Dengan hasil sementara bahwa Desa Jarak ini kuat akan wisata alam dan wisata budayanya.

Potensi kekayaan alamnya yaitu Bambu sehingga tim telah mempersiapkan desain arsitektur Bambu yang unik.

Tidak hanya itu wisata budayanya sangat kuat sebab desa ini dinobatkan oleh pemerintah sebagai desa dengan kerukunan umatnya yang sangat baik.

Tahun pertama Abdimas UK Petra fokus pada pendampingan untuk menyusun Rencana Induk Pengembangan (RIP) Desa Wisata Jarak. Tim melakukan identifikasi insfrastruktur yang tersedia dan pemetaan lahan yang akan dibangun.

Kondisi infrastruktur dan data lahan desain arsitektur fasilitas wisata disiapkan sesuai rumusan RIP desa wisata. Bersamaan dengan itu, pemerintah desa sudah memulai menyiapkan akses jalan menuju lokasi wisata sesuai dengan program dan dana APBDes beserta Kemenpar RI.

Hasil tahun pertama ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan sentra wisata di Bukit Pencaringan, yang telah dilakukan Jumat (18/10/2019).

"Akan ada kegiatan pelatihan penyusunan paket wisata. Peletakan batu pertama dihadiri langsung oleh perangkat desa bersama dengan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UK Petra, Dr. Drs. Ribut Basuki, M.A," pungkas Anik.(tok)
top