suarasurabaya.net

Betang Philosopy: Keintiman yang Menyegarkan
Laporan Dwi Yuli Handayani | Minggu, 26 Agustus 2018 | 19:45 WIB

Betang Philosopy, esksponen jazz-pop potensial dari Palangka Raya Kalimantan Tengah di Jazz Traffic Festival 2018. Foto: jazztrafficfestival2018
suarasurabaya.net| Hari kedua gelaran Jazz Traffic Festival adalah Rahmania Astrini, Raisa, Padi Reborn, dan banyak artis impresif lainnya. Panggung besar sudah disediakan, dan semuanya siap memanaskan udara.

Tapi ada area yang lebih santai, di mana penonton bisa duduk menikmati suguhan biji kopi nusantara, snack bergizi pengganjal perut, atau duduk-duduk saja sambil mengasap tembakau masing-masing.

Lokasi bernama Kolaborasik Stage ini memang berada tepat di samping F&B area, yang di dalamnya berisi kerja keras punggawa M Radio dan Kolektif Kolaborasik, bahu-membahu membuat gimmick dan acara menarik di panggung truck yang lumayan kecil.

Salah satu hasil kerja keras ini adalah tampilnya Betang Philosopy, esksponen jazz-pop potensial dari Palangka Raya Kalimantan Tengah. Band ini sempat ramai pasca jadi juara ketiga MLD Jazz Wanted 2018. Memang masih pemula, memang hanyalah awal, tapi Betang suguhkan aksi yang lumayan memukau di waktu yang hampir menunjukkan pukul tujuh malam ini.

Kata Dede vokalis Betang yang ditemui Tito Hilmawan dari Suara Surabaya, saat ini bandnya memang sedang dalam proses pengembangan. "Masuk tiga besar MLD Jazz Wanted bikin kami harus menargetkan sesuatu. Minimal album di tahun depan."

Betang sudah punya dua single, tapi kata Dede, masih belum akan ditampilkan karena harus digodok dulu. Diasah sampai semengkilat permata. Maka saat ini kita hanya bisa melihat Betang menggeber beberapa nomor klasik tembang kenangan. Di antaranya Kala Cinta Menggoda dari Chrisye, Pay My Love dari Michael Learns To Rock, dan Englishman In New York dari Sting.

Sekali lagi nuansa hangat yang terpancar dari kepul asap kopi penonton, membuat bebunyian trumpet dari Betang serasa membuat cairan kafein yang terhirup lewat kerongkongan jadi makin syahdu.

Selain Betang, Kolaborasik Stage malam ini juga menampilkan aksi Mahagita, band pop pemicu histeria remaja Surabaya era 2009-an. Vokalisnya, Jhagad yang juga jadi penyiar M Radio, sudah nampak di area stage sedari tadi. Ada juga penampilan dari Diredia, dan band-band fresh lain yang mungkin banyak yang belum kita dengar namanya. Tapi bukankah sesuatu yang belum kita tahu justru semakin membuat penasaran? Dan Kolaborasik Stage adalah wahana pesta yang pas untuk menuntaskannya. (tit/dwi)
top