suarasurabaya.net

Siswa SMPN 43 Surabaya Cari Tahu Jurnalistik ala SS
Laporan Ika Suryani Syarief | Jumat, 23 Maret 2018 | 20:26 WIB

Siswa SMPN 43 Surabaya antusias mendengarkan penjelasan Eddy Prastyo Manajer New Media Suara Surabaya tentang proses jurnalistik. Foto: Ika suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| "Kalau sudah dewasa nanti, aku ingin jadi penyiar," kata Salwa Khamsa Aulia, siswi kelas VII SMPN 43 Surabaya.

Salwa adalah satu dari sebelas siswa SMPN 43 Surabaya yang berkunjung ke Suara Surabaya Media, Jumat (23/3/2018). Para siswa yang bergabung dalam ekstrakulikuler jurnalistik ini hendak mencari tahu tahapan pembuatan berita.

Fatimah Nur Hidayah, Pembina Ekstrakulikuler Jurnalistik SMPN 43 Surabaya mengatakan, pihak sekolah memilih membawa siswanya ke SS karena selain menyajikan hiburan, SS juga memproduksi berita.

"Setelah mengetahui siklus mencari berita, kami berharap anak-anak jadi lebih berani berkarya," katanya.


Siswa antusias mendengarkan penjelasan mengenai media sosial dari Hamim Arifin, Admin e100. Foto: Ika suarasurabaya.net

Sementara, Agita Sukma, pengajar ekstrakulikuler jurnalistik sekolah tersebut mengatakan, melalui kunjungan seperti ini siswanya bisa mendapat gambaran secara langsung bagaimana proses kerja jurnalistik.

"Siswa-siswa ini masih kelas VII dan VII, sehingga masih perlu dimunculkan insting jurnalistiknya. Jadi tahu kegiatan apa saja yang harus diliput di sekolah," kata Agita.


Siswa membuat vlog kunjungan di halaman Suara Surabaya Media. Foto: Ika suarasurabaya.net

Selain melihat langsung ruang siaran, gate keeper, dan newsroom Radio Suara Surabaya juga ke ruang New Media. Di ruang ini, mereka nampak antusias mendengarkan penjelasan Eddy Prastyo Manajer New Media Suara Surabaya tentang proses jurnalistik.

Beberapa siswa langsung bertanya tentang teknik wawancara, bagaimana menggali informasi dari narasumber yang tertutup.

"Kunci wawancara itu pada kemampuan komunikasi. Bagaimana membuat narasumber merasa nyaman agar mau terbuka dengan pertanyaan-pertanyaan kita," ujar Eddy kepada para siswa.

Setelah itu, mereka juga mencari tahu tentang cara mengatasi kebuntuan saat menulis dan pengelolaan informasi di media sosial.

"Jurnalistik itu menarik," kata Belva Arina Chyani, siswi kelas VIII.

Beberapa siswa mengaku sering mendengarkan siaran Radio Suara Surabaya saat di mobil bersama orang tuanya.(iss/ipg)
top