suarasurabaya.net

Kunjungi Suara Surabaya, Guru SMKN 1 Semarang Pelajari Manajemen Radio
Laporan Agustina Suminar | Jumat, 23 Agustus 2019 | 15:36 WIB

Tujuh guru di bidang broadcasting SMKN 1 Semarang mengunjungi Kantor Radio Suara Surabaya, Jalan Wonokitri Besar Nomor 40C, Surabaya, Jumat (23/8/2019) siang. Kunjungan ini diterima langsung oleh Errol Jonathans Direktur Utama Suara Surabaya Media. Foto: Tina suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Beberapa guru di bidang broadcasting SMKN 1 Semarang mengunjungi Kantor Radio Suara Surabaya, Jalan Wonokitri Besar Nomor 40C, Surabaya, Jumat (23/8/2019) siang.

Kedatangan mereka kali ini untuk mempelajari menejemen industri radio, khususnya tentang bagaimana media radio dapat memenuhi kebutuhan pasar akan informasi.

Kunjungan dari tujuh guru tersebut disambut langsung oleh Errol Jonathans Direktur Utama Suara Surabaya Media.

"Kami belajar banyak dari Mas Errol, baik tentang bagaimana radio berjuang dan seperti apa misi ke depannya," kata Ninik Listiati Ketua Program Keahlian Seni Broadcasting dan Film SMKN 1 Semarang.

Menurutnya, selama ini media radio mendapat stigma sebagai sunset business atau bisnis yang akan tenggelam. Namun, ia melihat hal itu sangat berbeda dengan kondisi Radio Suara Surabaya.

"Tapi kenapa SS semakin tumbuh, konsisten semakin besar, apa sih yang diinginkan oleh industri," ujarnya.

Untuk itu, dengan kunjungan tim guru ke Radio Suara Surabaya, ia berharap nantinya dapat menangkap peluang-peluang dalam industri ini dan menerapkannya dalam pola pembelajaran di SMKN 1 Semarang.

"Apa sih yang diinginkan oleh industri sehingga kami mengarahkan para siswa nanti road-nya kesana agar kelulusan di sekolah kami bisa diterima oleh industri," tambah Ninik.

Ninik menambahkan, apa yang disampaikan Errol Jonathans dalam dapat diterapkan, karena kurikulum yang tidak jauh berbeda. Hanya saja, setelah ini pihak sekolah akan melakukan beberapa kegiatan yang mengarah ke materi konvergensi media sebagai penyeimbang.

"Diharapkan kami, para guru, dapat membuka wacana dan pemahaman bagaimana kita harus mengarahkan (siswa, red). Baik perencanaan untuk pembelajaran baik di dalam maupun diluar kelas," tutup Ninik.(tin/ipg)
top