suarasurabaya.net

Merasakan Kenyamanan MCU RS PHC
Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 28 Agustus 2019 | 21:14 WIB

Proses registrasi di MCU RS PHC Surabaya. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Indri salah seorang tim Newsroom Radio Suara Surabaya lahap menyantap hidangan yang disiapkan chef di Medical Check Up (MCU) Rumah Sakit PHC Surabaya, Rabu (28/8/2019). Menu ayam bakar cukup menggenapi lapar setelah puasa 8 jam sebagai persayaratan sebelum check up.

Indri mengaku nyaman dengan suasana dan tahapan pelayanan MCU di Rumah Sakit milik Pelindo III itu.

"Nyaman sekali, bersih dan perawatnya juga ramah-ramah," kata Indri satu di antara 51 orang karyawan Suara Surabaya Media yang melakukan MCU.

Indri juga merasakan, pelayanan di MCU RS PHC begitu cepat. Tidak mengantre lama, semua petugas ruangan baik di ruang pemeriksaan fisik, rekam jantung, rontgen thorax, hingga pemeriksaan laboratorium bekerja tangkas dan profesional.

"Pemeriksaannya tepat waktu, tadi puasa dua jam juga pas saat tiba waktunya pemeriksaan tahap berikutnya langsung dijemput oleh perawat dan diantar ke lab," katanya.

Rudy Hartono Manajer HRD Suara Surabaya Media mengatakan, medical ceck up ini adalah upaya Direksi dalam menjaga aset berharga perusahaan agar tercipta keseimbangan dalam produktifitas dan pemenuhan kebutuhan dasar Sumber Daya Manusia (SDM) akan kesehatan

"Karena bagi SS Media, aset terbesarnya adalah SDM. Roda bisnis tidak akan berjalan tanpa kehadiran SDM. Ibarat di industri manufaktur, SDM itu seperti nyawa dalam produksi," katanya.

MCU untuk Orang Sehat

Suasana nyaman yang dirasakan Indri memang menjadi bagian dari harapan si empunya MCU. Bahwa keberadaan MCU harus terpisah dengan perawatan pasien di Rumah Sakit.

"Sebab, MCU disiapkan untuk orang sehat. Maka harus terpisah dengan suasana di rumah sakit," ujar dr Agus Akhmadi Direktur Utama PT Pelindo Husada Citra (PHC).

Agus mengatakan, medical check up yang dilakukan karyawan seperti Suara Surabaya Media menjadi prioritas utama tujuan dibuatnya MCU setahun lalu. Sebab, kesehatan kerja sekarang ini menjadi isu utama.

"Program pemeriksaan kesehatan karyawan biasanya dilakukan berkala. Selain bertujuan mengetahui status kesehatan pegawai, juga sebagai upaya mendeteksi dini penyakit yang diderita karyawan," katanya.

Agus mengatakan, beberapa MCU di sejumlah RS di Surabaya saat ini tidak bertahan alias gulung tikar. Sehingga, RS PHC berkomitmen terus mempertahankan dan terus berbenah menghadirkan MCU yang bisa menjadi rujukan semua stakeholder yang ada di Surabaya.

Saat ini, kata Agus, RS PHC telah bekerjasama dengan Pre-Employment Medical Examination (PEME) untuk medical ceck up 30 ribu awak kapal asing.

"Kami terus berbenah. Ini masih jalan setahun, tapi kami bersyukur. MCU kami terus dipercaya masyarakat dan stakeholder," katanya.

Menurut Agus, pengembangan MCU selain banyak membantu orang juga menjadi support biaya operasional rumah sakit yang kadang-kadang membengkak. Agus terus bertekat MCU di RS PHC harus lebih baik dan menjadi rujukan MCU di Surabaya atau bahkan Indonesia timur.

"Rumah Sakit PHC memang kelas B, tapi kami tidak mau kalah dengan RS yang lain dalam pelayanan," katanya.

Setelah pengembangan MCU ini sukses, Agus masih ingin mewujudkan banyak program non rumah sakit, seperti produk administrasi service only, yakni program membantu pengendalian Rumah Sakit dalam penghitungan kebutuhan pasien.

"Seperti jasa konsultan yang menghitungkan kebutuhan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan, prioritas obat, dan pelayanan yang pas bagi pasien mereka," katanya.

Selain itu, kata Agus, RS PHC juga masih berbenah untuk menjadi rujukan pengobatan kanker dengan metode radioterapi atau terapi radiasi dengan memanfaatkan sinar sebagai energi intensif membunuh sel kanker.

"Setahun ini masih pengembangan pemeriksaan dan penanganan kanker," katanya. (bid)
top