suarasurabaya.net

Pemkot Masih Rapatkan Tindaklanjut Pengikut Gafatar asal Surabaya
Laporan Denza Perdana | Kamis, 21 Januari 2016 | 15:35 WIB

suarasurabaya.net| Pemerintah Kota Surabaya masih akan merapatkan tindaklanjut pascakedatangan 44 warga Surabaya dari Kalimantan yang bergabung dengan Gafatar, Jumat (22/1/2016) besok.

"Sementara ini kami akan mengikuti arahan dari Provinsi. Karena Pemprov Jatim yang berkomunikasi dengan Pemprov sana, saat ini," kata Sumarno Kepala Bakesbangpol Linmas Kota Surabaya ketika ditemui wartawan di kantornya, Kamis (21/1/2016).

Beberapa pihak yang akan berkoordinasi, berkaitan dengan kepulangan warga Surabaya ini antara lain Dinas Sosial, Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dispendukcapil, Majelis Ulama Indonesia, serta Forpimda Surabaya.

Rapat tersebut, kata Sumarno, untuk menentukan format tindaklanjut pascakepulangan warga Surabaya yang bergabung Gafatar atau Negara Karunia Semesta Alam (NKSA) dari Kalimantan.

"Ya, soal nanti mereka bagaimana. Kalau seperti AR dan SC yang masih ada keluarganya di sini dan bisa menerima mereka, tidak masalah," katanya.

Akan timbul permasalahan bila ternyata selain dua orang tersebut, para pengikut Gafatar asal Surabaya itu sudah tidak memiliki tempat tinggal dan keluarga yang mau menerima.

"Kalau memang Pemprov mau memfasilitasi, kami sangat mendukung," ujar Sumarno.

Namun, pihaknya ingin memastikan terlebih dulu, apakah selain AR dan SC para pengikut Gafatar itu memang benar merupakan warga Surabaya.

"Kami menerima dulu, kami ketahui kebenarannya apakah yang lain ini memang penduduk Surabaya," ujarnya.

Sumarno mengatakan, dia sudah meminta ke kecamatan dan Dispendukcapil Surabaya mengenai kebenaran kependudukan mereka.

Sebab, Sumarno mengakui, data Bakesbangpol Linmas Kota Surabaya hanya mencatat tiga orang warga Surabaya pengikut Gafatar yang berangkat ke Kalimantan.

Antara lain Erri Indra Kausar (20) mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) semester IV, serta AR dan SC yang merupakan PNS di lingkungan SKPD Pemkot Surabaya.

"Ya, saya akui, mereka memang PNS di lingkungan Pemkot. Mereka juga yang sampai saat ini bisa kami hubungi untuk mengetahui keberadaan Erri," katanya.

Sebab, dari 44 orang pengikut Gafatar asal Surabaya yang besok akan dipulangkan, Erri tidak tercantum di dalamnya. (den/dwi)
top