suarasurabaya.net


Cegah Kegiatan Negatif

Kadisdik: Sekolah di Surabaya Tidak Rayakan Valentine Day
Laporan Ika Suryani Syarief | Senin, 25 Januari 2016 | 19:23 WIB

Sejumlah siswa SD Muhammadiyah 4 Surabaya menolak merayakan Valentine Day pada tahun 2010 lalu. Foto: Totok/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengimbau seluruh sekolah agar mengantisipasi dan tidak mengadakan perayaan Valentine Day pada tahun 2016.

Imbauan tersebut tercantum dalam surat edaran yang ditujukan pada seluruh Kepala SD, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK, Jumat (22/1/2016).

Dr. Ikhsan, S.Psi, MM Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Surabaya mengatakan, hal ini untuk mencegah peserta didik terpengaruh oleh kegiatan yang tidak sesuai dengan nilai moral, religius dan kultur budaya bangsa Indonesia.

"Anak-anak tahunya Valentine Day itu memberi perhatian khusus pada pacarnya. Pihak sekolah harap memberi pengertian pada anak didiknya, pengertian Valentine Day di negara asalnya, di Indonesia cocok atau tidak. Kita berharap tidak perlu ada kegiatan yang tidak sesuai dengan kondisi di Indonesia," katanya kepada suarasurabaya.net, Senin (25/1/2016) malam.

Pihak sekolah juga diminta membuat surat edaran kepada orang tua atau wali murid untuk melakukan pengawasan terhadap putra-putrinya agar tidak melakukan hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri dan masa depannya.

Selain itu juga memberikan penguatan moral dan pengertian kepada seluruh peserta didik bahwa kasih sayang akan lebih bermakna apabila diberikan kepada orang tua, saudara, bapak ibu guru, teman, tetangga dan orang-orang yang berjasa di lingkungan sekitarnya seperti petugas kebersihan petugas keamanan, pemadam kebakaran, petugas makam, penjaga palang pintu kereta api dan lain-lain.

Ikhsan menambahkan, sejak tahun lalu sudah tidak ada kegiatan perayaan Valentine Day di sekolah-sekolah di Kota Surabaya. "Insya Allah sejak tahun lalu sudah tidak ada," ujarnya.

Johanes Mardijono Kepala SMAN 1 Surabaya membenarkan hal tersebut. "Sejak tahun kemarin, SMAN 1 tidak mengadakan perayaan Valentine Day," katanya.

Menurutnya, kontrol dari pihak sekolah dan orang tua pada momen Valentine Day sangat diperlukan. SMAN 1 juga sudah mengirimkan surat edaran ke orang tua untuk menindak lanjuti surat edaran Dinas Pendidikan tersebut.

"Kami minta orang tua menjaga dan memperhatikan anaknya karena ditengarai banyak siswi yang hamil di luar nikah karena momen Valentine Day dan Tahun Baru. Kalau tidak kita kontrol, takutnya anak-anak melakukan kegiatan di luar batas," katanya.

Tahun ini, kata Johanes, SMAN 1 akan mengadakan bakti sosial ke Liponsos dan petugas kebersihan di sekolah, tapi tidak khusus dalam rangka hari kasih sayang tersebut.

"Valentine Day itu hanya budaya barat, bukan perayaan agama tertentu. Anak-anak keliru mempersepsikan kasih dalam Valentine Day. Dalam budaya kita, kasih itu diarahkan ke hal-hal positif, seperti berbagi kasih dengan orang lain yang kurang beruntung," katanya.(iss/ipg)
top