suarasurabaya.net

Penyebab Jembatan THP Kenjeran Belum Diresmikan
Laporan Denza Perdana | Senin, 28 Maret 2016 | 20:02 WIB

Saluran air di depan pintu keluar Jembatan Wisata THP Kenjeran yang belum tertutup box culvert, Senin (28/3/2016). Foto: Denza Perdana suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengatakan, dia masih menunggu warga sekitar Jembatan Wisata Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran siap sebelum meresmikannya.

"Pokoknya Camatnya bilang iya, ini warga sudah bisa begini, baru saya resmikan," katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Kesiapan warga, kata Risma terutama dalam hal kesadaran akan kebersihan wilayah Kampung Nelayan yang juga akan menjadi satu di antara daya tarik wisata yang ada di Kenjeran.

Selain itu, warga juga setidaknya mampu menyambut tamu. Baik tamu wisatawan lokal maupun nasional.

Untuk ini, Suprayitno Camat Bulak telah melakukan sosialisasi dengan cara mendekati warga melalui cangkrukan.

Menurut pria yang biasa dipanggil Prayit ini, hampir setiap Jumat malam dia membuat pertemuan kecil yang sifatnya tidak formal, dengan warga sekitar.

"Ya, cuma menyediakan gorengan dan kopi. Kadang-kadang kalau enggak saya, ya Lurahnya. Seadanya lah, sama sekali tidak formal," ujarnya ketika ditemui suarasurabaya.net di kantornya, Senin (28/3/2016).

Hasilnya, dia mengklaim warga setempat sudah bersedia membuang sampah ke TPS yang sudah disediakan.

"Ini urusannya sama mindset (pola pikir) warga sekitar. Butuh waktu. Tapi saya bisa katakan, kesiapan warga saat ini dalam dua hal itu sudah 90 persen," katanya.

Hanya saja, Prayit mengatakan tidak bisa menargetkan kapan warga bisa benar-benar siap sehingga Jembatan Wisata THP Kenjeran bisa segera diresmikan.

"Saya baru bisa memperkirakan setelah Bulak Festival nanti. Karena saat itu warga akan terlibat langsung, jadi saya bisa menilai sejauh mana mereka berkontribusi," katanya.

Selain masalah pemberdayaan masyarakat di Kampung Nelayan Kenjeran, masalah infrastruktur juga belum tuntas. Masih ada saluran air yang belum terpasang box culvert.

Saluran sepanjang 100 meter itu berada tepat di pintu keluar Jembatan Wisata THP Kenjeran, di Jalan Sukolilo Larangan. "Di depan Kantor Kecamatan Sukolilo Baru," katanya.

Menurutnya, pengerjaan penutupan saluran dengan box culvert tinggal tunggu tanggal. Sebab tender untuk pengerjaan pemasangan box culvert sudah memunculkan kontraktor pemenang.

Prayit mengatakan, bukan kapasitasnya untuk memastikan kapan Jembatan Wisata THP Kenjeran bisa dinikmati oleh warga Surabaya dan wisatawan dari luar Surabaya.

Bila menunggu kesiapan warga, Prayit mengatakan baru bisa memperkirakan tingkat kesiapan itu setelah helatan Bulak Festival yang rencananya akan diadakan mulai tanggal 3 April hingga 10 April mendatang.

Selain itu, Pemkot pun masih punya hajat untuk mengerjakan penutupan saluran air dengan box culvert. (den/iss/ipg)
top