suarasurabaya.net

Koalisi Berseni Tampilkan Art Akulturasi
Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 31 Maret 2016 | 19:20 WIB

Satu diantara karya yang ditampilkan dalam Art Akulturasi. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Keinginan saling berbagi tentang perkembangan seni di masing-masing kota asal para perupa, 15 seniman muda 4 kota, yaitu Semarang, Solo, Surabaya dan Pasuruan, Koalisi Berseni gelar pameran Art Akulturasi di Galeri Seni House of Sampoerna, mulai 1 April sampai 23 April 2016.

Tema Art Akulturasi dipilih dalam pameran pertama mereka sebagai penanda langkah awal dari pergerakan yang terbentuk oleh seniman muda dari beberapa kota ini.

Dengan perbedaan latar belakang diciptakan beragam karya bermuatan lokal dari daerah asal masing-masing seniman yang kemudian dikemas secara apik kedalam 30 karya seni rupa lukis, drawing, monoprint, seni grafis dan ilustrasi.

Suvi Wahyudianto asal Surabaya berdarah Madura menampilkan karya monoprint on canvas berupa grafis bergambar sarung, kopiah hitam, batu dan kulit sapi dan berjudul Jhi_mmat. Karya unik Suvi ini bercerita tentang kepercayaan orang Madura terhadap hal-hal supranatural.

Karya dari Achmad Toriq asal Pasuruan menampilkan Pertapaan Gajah Mungkur di lereng Penanggungan dengan gaya futuristic berjudul Negeri diatas Awan.

Ebby Dwijaya memilih tema yang sedang trend, yaitu delivery order. Kesan atau impressi sosok wanita sedang duduk menunggu pesanan rujak cingur dan diberi judul Mupeng Cingur.

Sementara itu Koalisi Berseni adalah gerakan yang dicetuskan Ebby Dwijaya yang berkeinginan menyatukan seniman muda berpotensi dari berbagai wilayah.

"Pameran Art Akulturasi ini diharapkan membuat seniman lebih terbuka terhadap budaya lokal setiap daerah, serta tetap berkaca pada perkembangan kesenian disetiap wilayah Indonesia," kata Ebby yang juga jadi Ketua saat ditemui suarasurabaya.net, Kamis (31/3/2016).(tok/dop)
top