suarasurabaya.net

Presiden IDB Resmikan Gedung Twin Tower UINSA Senilai 375 juta
Laporan Denza Perdana | Selasa, 26 April 2016 | 19:49 WIB

Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama RI (kiri), Dr Ahmad Mohamed Ali Al Madani Presiden IDB, dan Abdul Ala Rektor UINSA meresmikan Twin Tower UINSA, Selasa (26/4/2016). Foto: Denza Perdana suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Dr Ahmad Mohamed Ali Al Madani Presiden Islamic Development Bank (IDB) bersama Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, meresmikan Gedung Twin Tower Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Selasa (26/4/2016).

Lukman Hakim Saifuddin Menag RI mengatakan, dia mengapresiasi IDB dan Kementerian Keuangan atas kerjasama finansial di bidang pendidikan ini.

Menurutnya, bantuan IDB tidak hanya untuk Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia, tetapi juga untuk Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Indonesia.

"Ada istilah four in one dan six in one, ada empat (UIN) yang sudah dikembangkan, ditambah enam lagi yang akan dikembangkan," ujarnya usai seminar bersama Dr Ahmad Mohamed Ali Al Madani Presiden Islamic Development Bank (IDB), di Twin Tower UINSA.

UIN yang telah dikembangkan beberapa diantaranya Jakarta, UIN Yogyakarta dan UIN Surabaya. Sedangkan yang akan dikembangkan, Banten, Medan dan daerah lainnya.

"Nilainya saya tidak hapal, tapi ini soft loan yang sangat bagus dan memberikan pengaruh positif. Buktinya sangat nyata, dengan adanya Twin Tower ini, penerimaan mahasiswa meningkat sampai empat kali lipat," ujarnya.

Abdul Ala Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya mengatakan, pinjaman lunak dari IDB untuk pembangunan Twin Tower saja mencapai Rp375 juta.

"Tapi bukan UINSA yang membayar, itu Pemerintah Pusat," ujarnya kepada wartawan di lokasi yang sama.

Uinsa juga akan memanfaatkan pinjaman bunga ringan dari IDB untuk pembangunan beberapa fasilitas kampus yang lain. Seperti laboratorium dan fakultas baru.

Abdul Ala membenarkan ada peningkatan penerimaan mahasiswa baru di UINSA. Terutama untuk studi agama.

"Siapa bilang, jadi UIN justru keagamaan menurun. Sekarang ini sudah 6 ribuan mahasiswa baru. Tahun lalu 3 ribu," katanya.

Menara kembar yang menjadi ikon baru UIN Sunan Ampel Surabaya ini memiliki sembilan lantai di masing-masing menara (Twin A dan Twin B) yang saling terhubung di lantai dua.

Gedung Twin A merupakan sarana Perkantoran Rektorat. Sementara Gedung Twin B merupakan sarana perkantoran dan Perkuliahan Pascasarjana.(den/ipg)
top