suarasurabaya.net


Datang ke Indonesia Hanya Bekal Dua Ratus Dollar

Mahasiswa Asing Jadi Wisudawan Terbaik Unair
Laporan Iping Supingah | Jumat, 15 Juli 2016 | 21:12 WIB

MORO Kadjo Daniel Bitty sebagai promovendus ketika ujian terbuka Program Doktor di FEB UNAIR. Foto: Unair
suarasurabaya.net| Pentingnya pengaruh keuangan dalam kehidupan sehari-hari dan memahami kebijakan yang berkembang di negara Afrika dan Asia, menjadi sorotan Dr. Moro Kadjo Daniel Bitty, BBA, M.E., dalam penelitian disertasinya.

Hasil penelitian itu ikut mengantar Daniel menjadi wisudawan terbaik S3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, pada wisuda 16 Juli 2016. Berarti ia adalah satu-satunya wisudawan terbaik dalam wisuda ini yang meraih IPK 4,00 (sempurna).

Pria kelahiran Tiassale, Pantai Gading, 25 April 1986 ini memfokuskan penelitian terhadap masalah moneter. Judulnya judul "Exchange Rate Regime for the Macroeconomic Performance: Lessons from Regional Integrated Areas in Southeast Asia (ASEAN-10) and West Africa (ECOWAS-15)".

Dalam rilis yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (15/7/2016) disebutkan, menurut Daniel, sekarang nilai tukar tampaknya menjadi alat moneter tunggal yang dapat digunakan secara bersamaan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan melindungi fundamental ekonomi nasional terhadap guncangan eksternal.

Dalam disertasinya itu Daniel menganalisis korelasi faktual antara nilai tukar dan lima makroekonomi variabel, yaitu pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto), inflasi, investasi asing langsung, tingkat pengangguran, dan neraca perdagangan.
Pria yang berasal dari Cote d`Ivoire ini mengaku sejak kecil sudah termotivasi oleh sosok Nelson Mandela, melalui kata mutiaranya: "Pendidikan adalah senjata terkuat yang bisa kau gunakan untuk mengubah dunia".

Pengalaman di Indonesia

"Saya ingat pertama kali sampai di Indonesia dengan membawa impian memperoleh gelar doktoral dari ekonomi ASEAN. Saya hanya punya uang 200 US Dollar di kantong dan tidak punya simpanan. Saya sadar tidak akan mampu melaluinya dengan baik karena beasiswa saya, beasiswa unggulan, hanya bisa digunakan untuk biaya kuliah," kenangnya.

Tetapi selama melakukan penelitian, Daniel mendapatkan dukungan dan bantuan dari dosen-dosen di Universitas Airlangga. Karena ia merasa harus menyampaikan terima kasih kepada para pembimbing disertasinya, yakni Prof. Djoko Mursinto, Dr. Unggul Heriqbaldi, dan Dr. Rudi Purwono. Daniel juga mengucapkan terima kasih pada semua sivitas akademika UNAIR dan orang-orang yang membantunya selama di Indonesia. Ia berharap penelitiannya dapat berguna bagi dunia akademisi Indonesia.

"I will only give you the same advice my father gave me before i fly to Indonesia: Daniel, you have to allow changes in your life, don`t be affraid of it, because changes will help you to know and overcross your pretended limits," kata Dr. Moro Kadjo Daniel Bitty. (ipg)

Teks Foto:
- MORO Kadjo Daniel Bitty ketika menerima Tanda Lulus dalam ujian terbuka Program Doktor di FEB UNAIR dari Promotor Prof. Djoko Mursinto.
Foto: Unair
top