suarasurabaya.net

Pameran Karya SL Jelang Konferensi Tingkat Asia Pasifik
Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 21 September 2016 | 18:42 WIB

Satu diantara sudut pameran karya para mahasiswa di UK Petra Surabaya dalam rangka SL. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Service-Learning (SL) merupakan model pembelajaran lapangan. Tujuan model pembelajaran SL ini selain melatih mahasiswa agar memiliki pengetahuan tentang situasi nyata dalam masyarakat.

Sekaligus juga mengajarkan kemampuan untuk mengatasinya, serta untuk membentuk karakter terutama agar mereka memiliki kesadaran berbela rasa atau peduli terhadap kaum yang lemah dan tersisihkan (preferential option for the poor).

Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya yang menjalankan metode SL dalam pengajarannya, menggelar Festival SL, dan Festival of Service-Learning kali ini digelar untuk menyambut 6th Asia Pasific Regional Conference on Service-Learning (SL) yang akan digelar tahun depan.

"Kegiatan ini sendiri terdiri dari Mini Simposium, pameran karya SL dan Workshop untuk kalangan mahasiwa maupun masyarakat umum," kata Dr. Juliana Anggono kepala Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) UK Petra.

Setelah dilakukan pembukaan secara resmi oleh Agus Arianto Toly, S.E, Ak., M.S.A., Wakil Rektor bidang Keuangan UK Petra Surabaya, festival diawali dengan Workshop Service Learning menghadirkan Judy Yeh., P.h.D., dari National Sun Yat-Sen University-Taiwan.

Pameran karya SL ini terdiri dari 37 mata kuliah yang ada di UK Petra. Karya-karya yag dipamerkan merupakan bagian dari berbagai mata kuliah SL dari berbagai Program Studi di UK Petra. Terdiri dari rancangan bangunan dan fasilitas sekolah dan rumah tinggal, kemasan produk, produk keratif dan produk berbahan baku limbah, naskah berita TV dalam bentuk video, desain promosi makanan tradisional, film aktifitas SL, buku dan educational poster matakuliah bermetode SL.

Satu diantaranya dari Program Studi Desain Interior (mata kuliah Creativpreneurship) dengan dosen Dr. Yusita Kusumarini, S.Sn,M.Ds memberikan arahan pada para mahasiswanya untuk menggunakan bahan-bahan bekas yang terbuat dari alam dan kemudian mereka kreasikan sehingga menjadi sebuah barang baru yang memiliki nilai jual dan dapat dipergunakan kembali dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan untuk desain kemasan dengan dosen Dr.Listija Natadjaja,ST.,MT.,M.Des dan Elisabeth Christine Yuwono,S.Sn.,M.Hum menggunakan bahan baku alam seperti bahan karung, kulit jagung, rotan dan bambu.

Sedangkan untuk Mini Simposium menghadirkan tiga pembicara yaitu Christine Wonoseputro, S.T., M.A.S.D. yang juga dosen dari Program Studi Arsitektur UK Petra, Felecia, S.T., M.Sc., dosen dari Program Studi Teknik Industri UK Petra serta Megawati Wahjudinata, S. Sos., M.Med.Kom., Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UK Petra.

Ketiga pembicara ini sharing pengalaman mengenai rancangan kelas SL yang menjawab kebutuhan komunitas serta pengembangan civic responsibility bagi para mahasiswa itu sendiri. "Ini sangat penting dan mahasiswa membutuhkan itu untuk tantangan masa depan," tegas Juliana Anggono pada suarasurabaya.net, Rabu (21/9/2016).(tok/rst)
top