suarasurabaya.net

BMKG Imbau Masyarakat Lebih Waspada Bencana Terkait Cuaca
Laporan Ika Suryani Syarief | Minggu, 27 November 2016 | 10:59 WIB

Jembatan Karangrayun Grobogan yang runtuh. Foto: BNPB
suarasurabaya.net| Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir, longsor dan puting beliung. Ancaman akan meningkat seiring dengan meningkatnya curah hujan.

Hujan lebat memicu tanah longsor di Desa Besani Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (26/11/2016) pukul 16.30 WIB. Akibatnya, seorang anak bernama Achmad Ubadillah Ghifari, 7 tahun, meninggal dunia.

Tanah juga menimbun rumah milik Muchsin di Dusun Besani, Desa Besani RT 06/01, Kecamatan Leksono Provinsi Jawa Tengah. Kerugian materiil ditaksir Rp35 juta.

Di tempat lain, hujan lebat menyebabkan banjir yang menggerus pondasi jembatan sehingga jembatan runtuh di Kali Sanggrahan di Dusun Wonorejo Desa Karangsono Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah.

Putusnya jembatan menyebabkan putusnya akses jalan desa yang menuju Desa Suru Kecamatan Geyer dengan Desa Karangsono terhambat. Masyarakat terpaksa harus menempuh jarak sekitar 5 km.

Jembatan runtuh juga terjadi di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah. Hujan yang berlangsung selama 4 jam di wilayah Kecamatan Bawang pada Jumat (26/11/2016) menyebabkan terputusnya jembatan Kali dan jembatan Kali Putih. Banjir juga membawa material lumpur terjadi di Dukuh Rejosari Desa Pranten.

Jembatan Kaliputih di Sungai Belo Desa Deles dengan panjang 8 meter dan lebar 4 meter, runtuh sehingga tidak bisa dilalui oleh masyarakat. Jembatan tersebut merupakan jembatan desa yang menghubungkan Dukuh Sidomulyo Desa Deles dengan areal sawah atau ladang masyarakat. Nilai kerusakan sekitar Rp500 juta. Banjir juga menyebabkan kerusakan saluran pipa air bersih Pamsimas Desa Soka Kec. Bawang dengan kerusakan senilai Rp30 juta. Kerusakan juga menimpa saluran irigasi Lerek pada bendung di bawah Jembatan Kali Arus, yang mengancam areal sawah seluas 100 Ha di wilayah Desa Pangempon dan Desa Soka Kec. Bawang. Nilai kerusakan sebesar Rp100 juta.(iss)
top