suarasurabaya.net

Polisi Geledah Rumah Terduga Teroris di Solo
Laporan Denza Perdana | Minggu, 11 Desember 2016 | 15:45 WIB

Ilustrasi. Foto: CNN
suarasurabaya.net| Anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri didukung Polresta Surakarta melakukan penggeledahan di rumah Nur Solihin (MNS) terduga teroris di Kampung Griyan, Kelurahan Pajang Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (11/12/2016).

Polisi melakukan penggeladahan di rumah milik keluarga istri MNS di Pajang, Solo, Minggu siang pukul 11.30 WIB hingga pukul 12.15 WIB. Warga setempat menyatakan, rumah yang ditempati MNS dan istrinya merupakan rumah milik orangtuanya, yang diketahui bernama Winarto.

"Rumah itu, milik orang tuanya (istri MNS). MNS itu pendatang, hanya anak mantu Pak Winarto," kata Lurah Pajang, Sarwoko.

Menurut Sarwoko, MNS menikahi istrinya, warga setempat, selama satu tahun belakaang. MNS bersama istrinya telah memiliki seorang anak bayi. Sarwoko mengatakan warga sekitar sudah curiga dengan tingkah laku terduga teroris itu yang sangat tertutup.

Polisi telah mengamankan istri MNS bersama anaknya. Keduanya dibawa meninggalkan lokasi penggeledahan.

Tim Inafis melakukan penggeledahan di rumah tersebut dan mereka membawa sejumlah barang yang dimasukan ke dalam bungkusan kertas warna cokelat, diduga sebagai barang bukti.

Kombes Pol Ahmad Luthfi Kepala Polresta Surakarta di lokasi penggeledahan mengatakan pihaknya hanya mendukung kegiatan pemeriksaan di rumah MNS di Pajang Solo ini.

"Namun, kegiatan ini, semuanya wewenang Densus 88. Kami hanya mendukung saja," kata Kapolresta Surakarta. Menurut dia, semuanya sedang dalam proses barang apa saja yang diamankan oleh polisi.

Perlu diketahui, terduga teroris MNS merupakan satu dari tiga orang yang ditangkap Densus 88 di Bekasi yang berkaitan dengan bom panci, Sabtu (10/12/2016).(ant/den)
top