suarasurabaya.net

Panglima TNI Tidak Temukan Kasus TKA di Perbatasan Entikong dan Aru
Laporan Muchlis Fadjarudin | Jumat, 27 April 2018 | 21:12 WIB

Jenderal Hadi Tjahjanto Panglima TNI. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Jenderal Hadi Tjahjanto Panglima TNI menegaskan tidak menemukan adanya kasus penyelundupan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Entikong dan Aru di Kalimantan Barat.

Ini ditegaskan Panglima TNI setelah bersama Jenderal Tito Karnavian Kapolri mengunjungi perbatasan Indonesia-Malaysia di dua tempat tersebut.

"Saya tidak menemukan itu semua. Yang saya tuju adalah aparat Kepolisian aparat TNI yang di sana," ujar Hadi di pangkalan militer Angkatan Udara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (27/4/2018).

Panglima mengaku bersama Kapolri di Entikong dan Aru ingin melihat dan bertatap muka langsung dengan prajurit TNI-Polri. Disamping itu, dia ingin mendengar laporan permasalahan apa yang dihadapi oleh prajurit TNI-Polri di wilayah perbatasan.

"Pertama, untuk patok perbatasan masih tetap pada posisi sesuai dengan SOP. Kita melaksanakan patroli baik di wilayah Aru maupun Entikong," kata Hadi.

Tugas berikutnya, kata Hadi, adalah untuk melaksanakan pembinaan terhadap masyarakat di sana terutama dalam memberikan layanan pendidikan yang sudah dilaksanakan oleh aparat dari Korem.‎

"Saya sangat mengapresiasi karena ada program PETASAN yang tujuannya adalah memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat di perbatasan," jelasnya.

Hadi juga sudah berkoordinasi dengan Kapolri bahwa Polri juga memiliki program yang sama, sehingga di perbatasan nanti khususnya di Entikong dan Aru, pelayanan pendidikan akandilaksanakan bersama-sama.

"Nantinya kita akan berkoordinasi dengan kementerian terkait yang ada diperbatasan untuk sama-sama melaksanakan kegiatan serupa seperti yang telah dilaksanakan oleh aparat TNI-Polri," tegas Panglima.

Namun yang menarik,kata dia, adalah bahwa perbatasan ini banyak ditemui jalan-jalan tikus yang nantinya antara TNI-Polri dan dirjen Bea Cukai akan berkoordinasi untuk bisa menghalau, mendeteksi dan akan terus berupaya untuk menghambat adanya penyelundupan.

Untuk penjaga di perbatasan dari TNI kurang lebih ada 700, tapi, nanti, kata Panglima, TNI akan konsentrasikan mana wilayah yang rawan yang harus dilaksanakan secara gabungan antara TNI-Polri dan Bea Cukai.

"Saya kira banyak, salah satu contoh nya di Kalimantan Utara saja kita menemukan sepanjang perbatasan itu ada 2.000 jalan tikus dan di sini saya kira hampir sama," tegas Hadi.

Oleh karena itu, menurut Hadi, diperlukan sinergitas TNI-Polri dan aparat Bea Cukai untuk bisa menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi di perbatasan.(faz/ipg)
top