suarasurabaya.net

Panglima TNI Ingatkan Petugas Pengamanan Lebaran Tidak Remehkan Hal Kecil
Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 06 Juni 2018 | 12:55 WIB

Marsekal Hadi Tjahjanto Panglima TNI saat upacara Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2018 dalam rangka Pengamanan Idul Fitri 1439 Hijriah di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Marsekal Hadi Tjahjanto Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengingatkan kepada petugas pengamanan lebaran untuk tidak meremehkan hal sekecil apapun di lapangan.

Ini karena, kata dia, lebaran 2018 ini bertepatan juga dengan agenda Pilkada serentak di beberapa daerah di Indonesia.

"Ada beberapa perbedaan pada tugas operasi ketupat 2018 ini yaitu perayaan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah atau 2018 Masehi juga bersamaan dengan rangkaian kegiatan Pilkada serentak di 171 wilayah di seluruh Indonesia," ujar Hadi dalam sambutannya di upacara Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2018 dalam rangka Pengamanan Idul Fitri 1439 Hijriah di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).

Menurut Hadi, situasi lebaran saat ini juga sedikit kompleks karena bersamaan dengan tahapan pemilu presiden 2019 nanti.

"Situasi yang demikian kompleks tersebut tentunya membutuhkan perhatian lebih dan kerja keras yang maksimal untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan bersama," jelasnya

Oleh karena itu, Panglima mengajak aparat TNI maupun Polri juga aparat pemerintah lainnya untuk mencermati, mewaspadai dan mengantisipasi setiap perkembangan sekecil apapun demi suksesnya tugas mulia yang diemban bersama ini.

Satu hal yang menjadi kunci, kata dia, keberhasilan tugas tersebut adalah adanya sinergi kerjasama dan kolaborasi yang erat di setiap komponen yang terkait dalam operasi ketupat 2018 ini.

Hadi menegaskan, sinergi kerjasama dan kolaborasi tersebut hendaknya berjalan di tiap level satuan, mulai dari tingkat pusat sampai dengan tingkat daerah.

"Setiap personel-personel yang bertugas sebagai ujung tombak di lapangan, setiap satuan personel TNI Polri dan Instansi yang tergabung dalam operasi ketupat 2018 harus mewujudkan hal itu dengan sebaik-baiknya," kata Hadi.

Sekadar diketahui, operasi ketupat 2018 ini akan digelar selama 18 hari, mulai 7 Juni sampai dengan 24 Juni 2018.

Sekitar 700 personel yang mengikuti upacara di Monas ini diantaranya dari TNI, Polri maupun Polisi Pamong Praja. Dari Polri sendiri lengkap pasukannya dari Brimob, Gegana, Densus 88, pasukan Kuda maupun K9, Korps Lalu Lintas serta sejumlah kendaraan taktis.

"Apel gelar pasukan digelar untuk melihat dan memastikan kesiapan personel dan alat perlengkapan dalam menghadapi tugas yang sangat mulia ini," pungkas Panglima.(faz/ipg)

top