suarasurabaya.net

Teknologi Manajemen Konstruksi Dibedah di UK Petra
Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 05 Juli 2018 | 19:22 WIB

Seminal membedah manajemen konstruksi terbaru digelar di UK Petra Surabaya. Foto: Humas UK Petra Surabaya.
suarasurabaya.net| Teknologi baru dunia manajemen konstruksi dibedah dalam seminar Building Information Modeling (BIM) and Artificial Intelligence Applications in Construction Engineering, Kamis (5/7/2018) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Apa itu BIM dan kecerdasan buatan khususnya dalam dunia manajemen konstruksi? BIM merupakan teknologi bidang arsitektur dan konstruksi yang mensimulasikan model pembangunan suatu proyek dengan berbagai macam informasi yang terintegrasi.

BIM sendiri memerlukan aplikasi software seperti AutoCAD untuk dapat menunjukan tahapan pembangunan suatu proyek dilihat dari sifat fisik dan fungsional secara terperinci dari masa ke masa.

Sedangkan kecerdasan buatan di manajemen konstruksi merupakan penggunaan kecerdasan buatan untuk menyelesaikan masalah dalam proyek teknik sipil satu diantaranya dalam penentuan tata letak fasilitas dan keamanan pekerja di proyek konstruksi.

"Ilmu ini memang belum populer di Indonesia padahal jika kita dapat mengimplementasikannya dalam proyek konstruksi maka akan meningkatkan keuntungan dalam segi biaya, mutu, dan waktu. Kesalahan kerja yang terjadi pun akan dapat diminimalisir," ternag Doddy Prayogo, Ph.D., dosen Teknik Sipil UK Petra, Surabaya.

Seminar yang diikuti berbagai kalangan, termasuk para mahasiswa ini menghadirkan pembicara utama dari Taiwan dan tiga pembicara dari Indonesia.

Pembicara utama Prof. Min-Yuan Cheng, Ph.D., dari National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan.

Sedangkan tiga pembicara Indonesia yaitu Tri Joko Adi, Ph.D., dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Andreas F.V. Roy, Ph.D dan Adrian Firdaus, M.Sc. dari Universitas Katolik Parahyangan.

Prof. Min-Yuan Cheng membahas tiga hal penting diantaranya rumah berteknologi tinggi dengan konsep bangunan hijau, penggunaan BIM sekaligus sensor wireless dalam upaya pencegahan kebakaran serta penanggulangan bencana, dan kecerdasan buatan untuk manajemen konstruksi.

"Jadi dengan adanya teknologi ini maka para pekerja akan mendapatkan bayangan perkembangan tiap bulannya proyek itu. Itu artinya akan menghemat waktu. Sedangkan kecerdasan buatan yang dimaksud disini akan membantu memberikan keputusan dalam proyek berdasarkan data bukan berdasarkan intuisi atau pengalaman sang pekerja," papar Min Yuan Cheng.

Kegiatan ini sendiri merupakan implementasi dari hibah World Class Professor (WCP) yang diperoleh oleh Doddy Prayogo, Ph.D., beberapa waktu lalu. Hibah ini sendiri merupakan program dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Dengan tujuan untuk meningkatkan kolaborasi dan kerja sama antara dosen Indonesia dengan professor kelas dunia. Diharapkan peningkatan kolaborasi dan kerjasama ini akan meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan publikasi dosen di Indonesia dengan konsteks global.

"Seminar transfer ilmu dari luar negeri mengenai BIM dan kecerdasan buatan khususnya dalam dunia proyek konstruksi ini akan sangat bermanfaat bagi para praktisi, dosen, dan mahasiswa," pungkas Doddy Prayogo, Ph.D., yang juga penanggung jawab seminar.(tok/rst)

top