suarasurabaya.net

Sipir Lapas Porong Meninggal di Menara Jaga
Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 26 Juli 2018 | 20:41 WIB

Ali Machmudin salah satu anggota regu pengamanan II Lapas Kelas I Surabaya, meninggal dunia saat bertugas di menara 7 Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Porong Sidoarjo, Kamis (26/7/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Ali Machmudin satu di antara anggota regu pengamanan II Lapas Kelas I Surabaya, meninggal setelah meminta izin untuk tidur karena kurang sehat, saat bertugas di menara 7 Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Porong Sidoarjo, Kamis (26/7/2018).

Taufik Rahman Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas I Surabaya mengatakan, Ali ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 04.30 WIB oleh rekan kerjanya Varis Simbah Putra Fariandra di Menara 7. Ali meninggal di usia 43 tahun dan sudah bertugas di lapas sejak tahun 1999.

"Beliau ini dedikasinya tinggi, kalau waktunya berjaga tidak pernah meninggalkan tempat, sehingga kami menempatkannya ke Pos yang paling rawan," ujarnya.

Varis, rekan kerja Ali mengatakan, sekitar pukul 22.30 WIB, Ali sempat menyatakan ingin beristirahat. Melihat kondisi Ali yang kurang sehat, Varis mengizinkan senior sekaligus mentornya itu untuk tidur di kursi yang ada di dalam menara.

"Sekitar pukul 01.30, saat masih tidur, almarhum batuk-batuk," kata dia.

Setelah itu, lanjut dia, Ali mengubah posisi tidurnya menjadi tengkurap. Sekitar pukul 04.30 WIB, Varis mencoba membangunkannya. Namun, sama sekali tidak ada respon. Mengetahui itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek Porong untuk mengevakuasi jenazah.

Sekitar pukul 07.30 WIB, Jenazah Ali berhasil dievakuasi dari atas Menara dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk penanganan lebih lanjut.

Almarhum Ali meninggalkan istri dan dua anak yang masih kecil. Selama ini, almarhum adalah tulang punggung keluarga. Tidak heran, kepergiannya membuat sang istri dan anaknya menangis histeris, saat melihat jenazah suaminya berada di rumah sakit.

Selain menjadi sipir, almarhum diketahui mencari tambahan penghasilan dengan mengelola mainan odong-odong. (ang/den)
top