suarasurabaya.net

Dinas Peternakan Jatim: Tidak Ada Kasus Penyakit Hewan Zoonosis Jelang Idul Adha
Laporan Denza Perdana | Jumat, 03 Agustus 2018 | 20:38 WIB

Rumah Potong Hewan Surabaya. Foto: rphsurya.com
suarasurabaya.net| Dinas Peternakan Jawa Timur memastikan, menjelang Idul Adha hingga hari ini, Jumat (3/8/2018), tidak ada temuan kasus penyakit hewan kurban yang dapat menular kepada manusia (zoonosis).

"Alhamdulillah, tidak ada kasus ternak yang terjangkit penyakit menular strategis maupun zoonisis," ujar Wemmi Niamawati Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, di DPRD Jatim, Jumat (3/8/2018).

Dia bisa memastikan hal ini, sebab pelaporan penyakit hewan, saat ini, sudah terintegrasi dalam program Integrasi Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS).

"Di Jawa Timur ada sebanyak 970 petugas iSIKHNAS yang tersebar di kabupaten/kota," katanya.

Sedangkan untuk pemeriksaan lapangan, terutama ke penjual-penjual hewan kurban, Wemmi mengatakan, masing-masing kabupaten/kota sudah memiliki dokter hewan dan paramedis. Tenaga paramedis juga ada di petugas teknis kecamatan.

"Jadi, 38 dikali 10-20 orang, ya sekitar 500-an orang yang akan terjun ke lapangan," katanya.

Wemmi mengatakan, Pemprov Jatim, melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner bekerja sama dengan fakultas kedokteran hewan di beberapa kabupaten kota.

Di antaranya dengan beberapa universitas swasta maupun negeri di Surabaya, Gresik, Lamongan, dan Sidoarjo. Tujuannya untuk memastikan kesehatan hewan ternak kurban di Jawa Timur menjelang Idul Adha.

Sementara, menjelang Idul Adha yang diperkirakan jatuh pada 22 Agustus mendatang, Dinas Peternakan saat ini menggencarkan pelatihan-pelatihan untuk juru sembelih halal (Juleha).

"Juleha ini para takmir masjid, saat ini kami sedang melakukan pelatihan di malang. Tentang tata cara penyembelihan, sesuai syariat Islam," ujarnya.

Wemmi mengatakan, dia sudah bersurat kepada dinas peternakan di kabupaten/kota agar melakukan pengawasan kesehatan hewan di lapak-lapak penjualan hewan kurban dan juga di pasar hewan.

Demikian halnya soal lalu lintas hewan. Wemmi mengatakan, pengawasan akan dilakukan di pos-pos pemeriksaan hewan atau check point yang ada di beberapa daerah perbatasan. Seperti di Ngawi, Magetan, Tuban, dan Banyuwangi.(den/tin)
top