suarasurabaya.net

Rapat Paripurna Perubahan Dua Nama Jalan di Surabaya Diwarnai Aksi Walk Out
Laporan Anggi Widya Permani | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 16:43 WIB

Vincentius Awey Anggota Komisi C DPRD Surabaya saat menyampaikan pendapat di rapat paripurna yang digelar di kantor DPRD Kota Surabaya, Sabtu (11/8/2018). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Tidak hanya perdebatan, berlangsungnya rapat paripurna di Kantor DPRD Kota Surabaya, juga diwarnai aksi walk out. Vincentius Awey Anggota Komisi C DPRD Surabaya memutuskan untuk walk out atau keluar dari forum, setelah dirinya menyuarakan pendapatnya terkait perubahan nama Jalan Dinoyo dan Jalan Gunungsari.

Awey mengaku keberatan dengan perubahan dua nama jalan di Surabaya tersebut. Menurutnya, kedua jalan itu sudah ada sejak dua abad silam dan para penjajah dalam masanya, tidak ada satupun yang berani mengusik nama jalan tersebut. Selain itu, kedua lokasi itu juga diklaim menjadi saksi bisu perjuangan para pahlawan melawan penjajah.

Dalam hal ini, kata dia, tentu nilai sejarah di kedua jalan itu sangat kental dan memiliki historikal yang tinggi. Untuk itu, sangat disayangkan apabila nama jalan yang memiliki latar belakang sejarah, harus digantikan sebagai harmonisasi budaya.

"Saya pikir ini suasana rapat sudah tidak kondusif. Karena tidak mau mendengar sisi lainnya, di mana yang terdampak adalah masyarakat. Saya menghargai gagasan dari Gubernur untuk harmonisasi budaya. Tapi apakah harus dengan mengubah kedua jalan ini? Nama ini sudah ada sejak abad ke 18. Bahkan saat penjajah masuk kesini tidak merubahnya. Tapi kenapa kita yang justru masyarakat sini malah merusak tatanan," kata Awey, usai keluar dari ruang sidang, Sabtu (11/8/2018).

Awey mengatakan, harmonisasi budaya itu bisa diterapkan di jalan lainnya, tanpa mengorbankan jalan yang memiliki nilai sejarah. Seperti jalan-jalan yang memiliki resiko lebih kecil, pro kontra lebih sedikit dan nilai sejarah yang lebih rendah. Bahkan, bisa juga diwujudkan lewat sebuah monumen yang besar di suatu tempat, yang nantinya bisa menampilkan sebuah pertunjukan khas Jawa Timur dan Jawa Barat.

"Saya rasa itu lebih efisien dibandingkan harus mengorbankan dua jalan yang punya sejarah tinggi. Tapi kenapa, mereka seakan-akan menutup telinga, tidak mendengarkan jeritan rakyatnya. Lebih banyak memaksakan diri," tambahnya.

Aksi walk out yang dilakukannya itu, kata dia, sebagai bentuk penolakan keras terhadap apapun hasil keputusan dari sidang paripurna hari ini. Awey menegaskan bahwa pasca aksi walk outnya itu, dirinya tidak ikut bertanggung jawab, atas keputusan paripurna dan segala resikonya.

"Saya menyatakan tidak bertanggung jawab atas keputusan paripurna, jadi saya akan walk out. Apapun hasil paripurna, saya tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Keputusan Awey keluar dari ruang sidang, juga diikuti oleh Fatchul Muid Ketua Pansus yang menolak atas perubahan nama jalan di Jalan Dinoyo dan Gunungsari. (ang/bas/tok)
top