suarasurabaya.net

Dosen Universitas Brawijaya Olah Susu Kambing Etawa Jadi Jelly Yokase
Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 03 September 2018 | 09:23 WIB

Produk jelly "Yokase" berbahan susu kambing Etawa karya empat dosen Universitas Brawijaya (UB) Malang. Foto: Antara
suarasurabaya.net| Empat dosen Universitas Brawijaya (UB) Malang, yakni Masdiana C Padaga dan Ajeng Erika Prihastuti Haskito (FKH), Ar Rohman Taufiq Hidayat (FT), dan Kartika Putri Kumalasari (FIA) membuat sekaligus memroduksi suplemen makanan dari susu Kambing Etawa berbentuk jelly dan effervescent yang diberi nama "Yokase".

Menurut salah seorang tim pembuat jelly berbahan susu Kambing Etawa tersebut, Kartika Putri Kumalasari di Malang, Senin, mengatakan jelly dan effervescent dipilih karena memiliki banyak keunggulan, di antaranya praktis, cepat larut dalam air, dan menghasilkan rasa yang enak.

"Sedangkan susu kambing dipilih karena mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan terutama untuk antioksidan," kata Kartika, dilansir Antara, Senin (3/9/2018).

Ia menerangkan untuk menjadi produk effervescent dan jelly, susu kambing diproses dengan pasteurisasi, fermentasi dengan penambahan bakteri asam laktat (BAL), pemisahan kasein dari whey, dan pan pengering.

Fermentasi dengan bakteri asam laktat merupakan metode yang sudah lama digunakan untuk produk olahan susu. Produk susu fermentasi dipercaya bisa memberikan efek yang menyehatkan dan dapat menyembuhkan beberapa penyakit.

Dalam penyimpanan dan pemasarannya, kata Kartika, produk yang terbuat dari kasein yoghurt susu kambing tersebut, tidak memerlukan peralatan khusus, seperti lemari es atau freezer, karena produk ini mempunyai kadar air dan aktivitas air yang relatif rendah, serta dikemas dalam kondisi vakum dengan bahan kemasan dari plastik dan aluminium foil.

"Pengemasan dengan kondisi tersebut dapat mencegah dari kerusakan akibat teknis maupun kemungkinan cemaran mikroorganisme dan dapat menekan biaya penyimpanan dan pemasaran produk," ujarnya.

Keunggulan lain produk tersebut, lanjut Kartika, mempunyai nilai zat gizi tinggi karena bahan baku lebih dari 80 persen adalah susu kambing.

"Mudah-mudahan produk kami ini menjadi salah satu pilihan bagi warga untuk menjaga kesehatan tubuhnya karena kandungan gizinya cukup tinggi," tuturnya.

Inovasi produk kasein ini disambut baik oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui program IPTEK bagi Inovasi Kreativitas Kampus yang dibiayai oleh Kemenristekdikti dan Universitas Brawijaya.(ant/ang/rst)
top