suarasurabaya.net

Peluncuran Endowment Fund Bertepatan Dies Natalis ke 58 ITS
Laporan J. Totok Sumarno | Jumat, 07 September 2018 | 13:52 WIB

Seremonial peluncuran Endowment Fund bersamaan Diesa Natalis ke 58 ITS Surabaya. Foto: Humas ITS Surabaya
suarasurabaya.net| Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan program ITS Endowment Fund, bertepatan dengan pembukaan Dies Natalis ke 58 ITS di Stadion ITS Surabaya.

Dr Ir Arman Hakim Nasution, Kepala Sudirektorat Kerja Sama dan Kealumnian Direktorat Inovasi, Kerja Sama dan Kealumnian menjelaskan, Endowment Fund merupakan bentuk partisipasi masyarakat.

Partisipasi yang berbentuk uang atau bangunan yang hasilnya digunakan untuk menjalankan kegiatan yang dapat menunjang kemajuan ITS. "Dana yang terkumpul dapat disalurkan melalui progam beasiswa ataupun untuk membiayai riset inovatif dari mahasiswa," terang Arman Hakim Nasution.

Alumni ITS ini menambahkan, dengan Endowment Fund semangat ITS sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) yang menyediakan biaya kuliah terjangkau akan tetap ada.

Hal ini lantaran ITS hanya disuplai dana 30 persen dari pemerintah. "Kalau bisa menutup kekurangan hingga 20 persen itu sudah bagus, sebab prinsip kami menyediakan kualitas pendidikan yang tinggi dengan biaya terjangkau dan kami yakin pendidikan lah yang bisa mengangkat derajat setiap orang," kata Arman.

Pria yang besar di Jember itu menambahkan, dana abadi ini telah dirintis sejak awal kepemimpinan Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD. Progam ini bersistem Customer Relationship Management (CRM) alumni dan perusahaaan, suatu jenis manjemen yang membahas penanganan hubungan antara perusahaan dan pelanggan.

Dengan demikian diharapkan nantinya hubungan ITS dengan alumni ataupun donatur tidak hanya berbentuk transaksi. "Agar hubungan kita bisa berbentuk kerjasama, bukan sekedar mencari salah satu pihak saat butuh," ujar Arman.

Selain itu, dengan sistem database setiap alumni atau masyarakat yang terdaftar sebagai donatur akan mudah untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Terlebih mereka yang memiliki bidang usaha yang sama.

Dengan angka minimal Rp 100.000 untuk satu poin, rencananya bulan November 2018 nanti akan dilakukan penggalian dana pada alumni.

"Kami juga menerapkan sistem poin yang dapat digunakan kapan saja, akumulasi dari poin tersebut bisa digunakan untuk mendaftar pelatihan sertifikasi ataupun mendaftarkan anaknya ke ITS," papar Arman.

Pada peluncuran awalnya tahun 2017 lalu, berdasarkan uji coba yang dilakukan telah terkumpul dana sekitar Rp 34 juta. Dana tersebut diperoleh melalui penggalian dana dari para alumni ITS.

"Kita sangat membutuhkan partisipasi alumni, sehingga dana yang telah tersimpan dapat terus bertambah. Endowment Fund ini seperti amal jariyah," lanjut dosen Manajemen Bisnis itu.

Sementara itu dijelaskan Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, Rektor ITS bahwa selain dengan menjadi lebih mandiri, peningkatan kapasitas ITS juga dapat dilakukan dengan cara kolaborasi.

Meraih kerja sama dengan pihak industri atau pemerintah akan menjadikan ITS lebih maju. "Dengan begitu, ITS akan menjadi semakin besar dan tetap berjaya," pungkas Arman Hakim Nasution.(tok/rst)


top